Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano(bpd)
TRANSINDONESIA.co, Jayapura : Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengaku, siap jika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait keterangan mantan Ketua MK Akil Mochtar, yang menyebutkan bahwa Pemilukada Kota Jayapura, termasuk salah satu yang memberikan uang suap kepada Akil.
Dijelaskan BTM, begitu Ia disapa, sampai saat ini ia belum menerima informasi soal pemeriksaan dirinya oleh KPK.
“Sampai sekarang tidak ada informasi, dan saya mau mengatakan tidak pernah melakukan hal itu,” tegasnya kepada wartawan usai menghadiri nikah massal di GOR Waringin, Selasa lalu.
BTM kembali menegaskan siapapun yang bertandang ke kantor Wali Kota, akan disambut dengan baik, begitu pula dengan penyidik KPK terkait desas-desus pemeriksaan dirinya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Akil Mochtar ini.
“Tapi saya tidak pernah membayar dan mengeluarkan uang untuk memenangkan pemilu Wali Kota, saya orang tidak mampu untuk membayar, saya tidak punya uang, apalagi pemilu dua kali,” bebernya.
Lebih gamblang dikatakan pria yang memulai kariernya sebagai PNS murni ini, Ia secara lahir dan batin siap diperiksa dan dimintai keterangan. Bahkan, jika disinkronkan dengan kedatangan Wakil KPK Bambang Wijayanto ke Jayapura saat ini, dengan lantang BTM mengatakan dirinya akan kooperatif soal kedatangan Bambang Wijayanto
“Bambang itu pengacara saya sewaktu di MK. Dia juga pernah tinggal di Papua dan teman saya,” ucapnya.(bp/kum)






