Kondisi rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang yang melanda wilayah Desa Kakeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/4/2026). Transindonesia.co / BPBD Kabupaten Lombok Barat
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia. Berdasarkan pengkinian data periode Senin (20/4) hingga Selasa (21/4) pukul 07.00 WIB, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mengalami kerusakan infrastruktur serta pengungsian warga.
“Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Tanah Air berdasarkan pengkinian data kejadian bencana dan upaya penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah setempat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Di Kabupaten Lombok Barat, angin kencang menerjang Desa Kakeri pada Senin (20/4) sore, mengakibatkan 12 rumah rusak dan satu keluarga mengungsi. Sementara di Semarang, banjir sempat merendam permukiman 97 kepala keluarga di Kelurahan Karanganyar akibat luapan sungai sebelum akhirnya dilaporkan surut oleh tim BPBD gabungan.
“Sebanyak dua belas unit rumah mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang di Lombok Barat, dan satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman,” ungkap Abdul Muhari.
Dampak signifikan juga tercatat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana hujan berdurasi lama pada Minggu (19/4) memicu longsor di 11 kecamatan. Kejadian ini mengakibatkan 16 rumah rusak, satu jembatan terdampak, dan lima akses jalan terganggu, yang memaksa 31 warga dari Desa Cijayanti dan Desa Cemplang untuk mengungsi.
“Berdasarkan hasil kajicepat, peristiwa di Bogor ini membuat 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang mengungsi, selain itu lima akses jalan dan satu unit jembatan juga terdampak kejadian ini,” tambahnya.
Menanggapi prakiraan BMKG mengenai potensi hujan sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Indonesia dalam dua hari ke depan, BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah lereng diminta rutin memeriksa kondisi tanggul serta retakan tanah guna mengantisipasi bencana susulan.
“Diharapkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang mungkin terjadi, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan longsor,” tutup Abdul Muhari. [sda]






