Skip to content
10 Juli 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 25
  • Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor, Ratusan Warga Mengungsi

transindonesia.co 25 Mei 2026 3 minutes read 0 comments
Banjir Bogor

Tim BPBD Kabupaten Bogor melakukan pemantauan dan penanganan di permukiman warga yang terdampak banjir, di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung dan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (24/5/2026). Transindonesia.co / BPBD Kabupaten Bogor

TRANSINDONESIA.co, BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam kurun waktu Minggu (24/5) hingga Senin (25/5) pukul 07.00 WIB. Akibatnya, ratusan warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir dan terjangan angin kencang.

“Kejadian hidrometeorologi basah masih tercatat pada kurun waktu tersebut berdasarkan data yang dihimpun dari perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Di Kabupaten Bogor, banjir setinggi luapan sungai melanda Desa Waru Jaya (Kecamatan Parung) dan Desa Cijayanti (Kecamatan Babakan Madang) pada Minggu (24/5) pukul 16.30 WIB. Curah hujan yang tinggi dalam durasi lama memicu luapan Sungai Rengas dan Cijayanti, yang diperparah oleh buruknya sistem drainase setempat. Sebanyak 611 warga (178 KK) terdampak dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sebelum akhirnya genangan berangsur surut pada malam hari.

“Peristiwa itu dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama kemudian menyebabkan Sungai Rengas dan Cijayanti meluap hingga melimpas ke permukiman warga. Kejadian banjir ini juga diperparah oleh drainase air yang kurang baik,” jelas Abdul Muhari.

Selain banjir, Kabupaten Bogor juga dihantam angin kencang pada Minggu siang pukul 13.30 WIB, tepatnya di Desa Cibeuteung Muara (Kecamatan Ciseeng) dan Desa Tamansari (Kecamatan Rumpin). Fenomena ini berdampak pada 320 jiwa (92 KK), di mana 4 KK di antaranya harus mengungsi. BPBD mencatat kerusakan materiil yang cukup signifikan, meliputi 1 unit rumah rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 83 unit rusak ringan.

“Pascaangin kencang petugas BPBD dengan bantuan warga telah membersihkan pohon tumbang. Di samping itu, warga yang rumahnya rusak telah memperbaikinya secara mandiri,” ungkapnya mengenai penanganan di lapangan.

Sementara itu, pemutakhiran kondisi banjir di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan situasi yang mulai kondusif per Minggu (24/5). Warga terdampak di Desa Tanjunganom (Kecamatan Gabus) dan Desa Ketitang Wetan (Kecamatan Batangan) mulai membersihkan sisa lumpur, meskipun tinggi muka air (TMA) di beberapa titik masih teramati berkisar antara 5 hingga 30 cm. Banjir yang merendam 74 rumah dan berdampak pada 399 unit rumah ini sebelumnya dipicu oleh hujan lebat dan jebolnya tanggul pada Sabtu (23/5).

“Merespons bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi pada pekan kelima Mei 2026, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga,” tegas Abdul Muhari.

Sebagai antisipasi ke depan, BNPB mengingatkan bahwa meski Indonesia akan memasuki bulan Juni yang diprediksi memiliki curah hujan kategori menengah hingga rendah, kewaspadaan tidak boleh kendur. Kesiapsiagaan mutlak diperlukan untuk menghadapi segala bentuk potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Memasuki bulan Juni, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi curah hujan pada kategori menengah hingga rendah. Namun demikian, BNPB meminta semua pihak untuk mewaspadai setiap jenis ancaman, baik hidrometeorologi basah, kering maupun bahaya geologi,” pungkasnya. [arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
Next: QURBAN DAN EKONOMI SYARIAH YANG MEMBUMI

Trans Stories

hutan Sukoharjo
4 minutes read

BNPB Mutakhirkan Data Bencana Kekeringan Karhutla dan Angin Kencang di Indonesia

transindonesia.co 9 Juli 2026 0
Kabupaten Banjarnegara Kekeringan
3 minutes read

BNPB Catat Ribuan Warga di Pulau Jawa Mulai Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

transindonesia.co 7 Juli 2026 0
Syahrir Perpres
4 minutes read

Legislator Jabar Dukung Perpres LGBTQ Sebagai Ancaman Negara

transindonesia.co 7 Juli 2026 0

TransIndonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
2 minutes read

OJK Sita Aset Kasus Prolife Indonesia Rp113,97 Miliar

transindonesia.co 10 Juli 2026 0
Bendera Iran dan AS
2 minutes read

4 Negara Arab Ini Kena Amukan Iran Gegara Serangan AS

transindonesia.co 10 Juli 2026 0
Biodiesel
3 minutes read

B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Presiden Prabowo: Fondasi Indonesia Makmur dan Mandiri Semakin Kokoh

transindonesia.co 10 Juli 2026 0
Emas Jampidsus
4 minutes read

Sembunyi di Balik Dinding Ini Detik-Detik Polisi Bongkar Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar

transindonesia.co 10 Juli 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.