Skip to content
27 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 18
  • Legislator Jabar: Kirab Milangkala Tatar Sunda tak Sesuai Sejarah

Legislator Jabar: Kirab Milangkala Tatar Sunda tak Sesuai Sejarah

transindonesia.co 18 Mei 2026 3 minutes read
Tatar Sunda

Puncak perayaan Milangkala Tatar Sunda “Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda” di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam. Transindonesia.co / Disdik Jabar

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyah mengkritik perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di sembilan kabupaten/kota pada 2–18 Mei 2026 karena dinilai tak sesuai sejarah (ahistoris).

Menurut Maulana di Bandung, Jumat (15/5/2026), rangkaian kegiatan tersebut hanya bersandar pada penetapan tanggal 18 Mei yang merujuk peristiwa pada 669 Masehi.

Namun, kata dia, tidak ada referensi pasti yang menjelaskan alasan rangkaian acara harus digelar selama 16 hari.

Ia juga menilai rangkaian kegiatan tersebut tidak konsisten dengan sejarah Tatar Sunda karena dimulai dari Sumedang dan berakhir di Kota Bandung dengan hanya melibatkan sembilan kabupaten/kota.

“Ini sama saja dengan mengajarkan sejarah Sunda yang salah terhadap masyarakat Jawa Barat. Dan pemerintah wajib memperbaiki itu,” kata Maulana dilansir Antaranews.com.

Ia mengaku telah menyampaikan kritik tersebut dalam Sidang Paripurna DPRD Jawa Barat pada 11 Mei 2026 yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia meminta pemprov mempertanggungjawabkan secara transparan penggunaan anggaran kegiatan tersebut yang berasal dari pajak masyarakat.

Menurut Maulana, anggaran kegiatan diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar hanya untuk empat kabupaten.

“Lalu bagaimana dengan lima kabupaten/kota lainnya, apakah itu dari anggaran daerah mereka sendiri?” ujarnya.

Maulana juga mempertanyakan pernyataan pemerintah daerah yang menyebut kegiatan itu tidak menggunakan APBD, tetapi di sisi lain diakui masuk dalam perencanaan pemerintah.

Menurut dia, hal itu bertentangan dengan prinsip pengelolaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan aturan terkait lainnya.

Lebih lanjut, Maulana menilai perayaan tersebut kurang mencerminkan empati terhadap masyarakat Jawa Barat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, serta pemulihan pascabencana.

“Seharusnya pemerintah (provinsi) fokus memperbaiki diri di hadapan dokumen penilaian satu tahun sebelumnya, yaitu LKPJ,” katanya, merujuk pada Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban.

Karena itu, Maulana menyarankan agar kegiatan tersebut dihentikan sementara dan dievaluasi dengan melibatkan para ahli sejarah Sunda.

Ia juga mengusulkan penyusunan buku sejarah Sunda dan Jawa Barat yang dapat dijadikan referensi pembelajaran bagi siswa dan masyarakat umum.

“Biarkan anak-anak kita dan masyarakat Jawa Barat kelak mencintai sejarah dan budaya Sunda dengan referensi pasti, bukan lahir dari cinta buta seseorang kepada Sunda itu sendiri,” tuturnya.

Perayaan Milangkala Tatar Sunda dijadwalkan memasuki tahap akhir pada 16 Mei 2026 di Kota Bandung dengan agenda arak-arakan mahkota Binokasih dan pawai budaya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Hari Tatar Sunda akan diperingati setiap 18 Mei mulai 2026 sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pembangunan kota yang bersih, tertata, indah, dan tetap berpijak pada budaya lokal dalam puncak perayaan Milangkala Tatar Sunda “Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda” di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam.

Menurutnya, pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada gedung, pusat perbelanjaan, dan hotel, tetapi juga harus menghadirkan ruang seni dan kebudayaan yang memberi kenyamanan serta kebanggaan bagi masyarakat.

“Bandung henteu ukur dipinuhan ku gedong, mall jeung hotel. Tapi, Bandung kudu dipinuhan ku karya-karya seni anu endah,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya penataan lingkungan perkotaan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan jalan, trotoar, saluran air, hingga penataan pedagang kaki lima.

“Seluruh wilayah di Jawa Barat harus menjadi daerah yang bersih, hijau, tertata, dan membahagiakan masyarakatnya,” tegasnya.

Selain menjadi perayaan budaya, Gubernur berharap, Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda menjadi momentum memperkuat identitas budaya Sunda di tengah perkembangan zaman. “Lembur diurus, kota ditata. Sunda jaya di Nusantara, jaya di buana!” serunya.

Perayaan Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan menampilkan kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta berbagai kesenian Nusantara.

Ribuan masyarakat pun memenuhi sepanjang rute kegiatan untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya tersebut. [ant/arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Demokrasi: Anti Preman dan Premanisme
Next: BEM UI Akan Gelar Nobar Film Pesta Babi

Trans Stories

Pixlr_20260926220833019

Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

transindonesia.co 26 September 2026
fasilitas-mewah-lapas-cibinong-bogor

Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong, Investigasi Temuan Ombudsman

transindonesia.co 25 September 2026
Gedung DPR RI

DPR Segera Tindaklanjuti Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

transindonesia.co 25 September 2026

TransIndonesia

Pixlr_20260926220833019

Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

transindonesia.co 26 September 2026
Liqo Almarhamah Khairu Ummah

Bahaya Sombong, Angkuh, dan Ujub dalam Islam

transindonesia.co 26 September 2026
Korban banjir Solok

Tim Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Kabupaten Solok

transindonesia.co 26 September 2026
Ketua HMI cabang Jakbar Dana Nur Azizah

Strategi Pemkot Jakbar dan HMI Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumber

transindonesia.co 26 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.