Skip to content
27 Juni 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • April
  • 8
  • Gara-gara Miras, Residivis Nekat Habisi Nyawa Tuan Rumah Hajatan, Anggota DPRD Jabar: Negara Jangan Kalah

Gara-gara Miras, Residivis Nekat Habisi Nyawa Tuan Rumah Hajatan, Anggota DPRD Jabar: Negara Jangan Kalah

transindonesia.co 8 April 2026 3 minutes read 0 comments
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Transindonesia.co / Ist

TRANSINDONESIA.co, BANDUNG  – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menyapu bersih aksi premanisme dan peredaran minuman keras (miras) ilegal di masyarakat. Desakan ini merupakan respons atas tragedi pengeroyokan maut terhadap Dadang (57) oleh oknum preman saat korban menggelar pesta pernikahan putrinya di Desa Kertamukti, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026).

“Kehadiran negara adalah kepolisian dan pemerintah daerah harus memberikan standar pengamanan untuk melindungi hajatan warganya. Bentuk pengamanan tersebut perlu dilakukan secara teknis dan substantif untuk mencegah aksi premanisme,” kata Syahrir dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Anggota Komisi I yang membidangi soal kemanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat Jabar, Syahrir menilai peristiwa memilukan tersebut harus menjadi perhatian khusus, di mana peran Bhabinkamtibmas dan Satpol PP harus lebih aktif dalam mengawal kegiatan warga.

Syharir menyoroti keberadaan miras ilegal yang hampir selalu menjadi pemicu utama kekerasan dan gangguan ketertiban umum pada acara-acara hajatan di lingkungan warga.

“Hampir setiap kasus premanisme dan kekerasan di hajatan warga melibatkan miras. Padahal, peredarannya sudah diatur ketat dan tidak boleh dijual sembarangan. Nyatanya, sampai kini masih banyak dijual dan dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Syahrir memperingatkan bahwa pembiaran terhadap praktik premanisme seperti ini akan merusak stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Jika tidak ditindak tegas, premanisme akan tumbuh subur di lingkungan masyarakat dan mengganggu ketertiban, bahkan merusak iklim investasi di daerah. Ini akan merugikan semua pihak,” tegas Syahrir.

Lebih lanjut Syahrir mengutuk dan mengecam tindakan premanisme tersebut dapat dihukum seberat-beratnya karena sudah melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan.

“Hukuman 7 tahun dirasakan kurang adil untuk keluarga korban. Saya merekomendasikan kepada Kapolres Purwakarta dan Kejaksaan Purwakarta menghukum seberat-beratnya atau seumur hidup. Untuk pelaku dapat mempelajari arti kehidupan dan berprikemanusiaan,” ucap Syahrir.

Polisi Ringkus Pelaku

Tim gabungan Satreskrim Polres Purwakarta bersama Jatanras Polda Jabar berhasil dua pelaku, salah satunya pelaku utama berinisial YI (36) di wilayah Subang pada Senin (6/4/2026). Pelaku sempat melawan saat ditangkap tersebut merupakan residivis kasus pencurian yang beraksi di bawah pengaruh alkohol.

“Kami berhasil mengamankan pelaku utama yang melakukan pemukulan terhadap korban hingga meninggal dunia. Karena melakukan perlawanan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur,” ujar Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, saat konferensi pers di Mapolres Purwakarta, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan kronologi kepolisian, pelaku mendatangi acara pernikahan tersebut dalam kondisi mabuk dan memalak uang Rp500 ribu kepada tuan rumah untuk membeli miras.

Karena permintaannya tidak dituruti sepenuhnya, pelaku mengamuk dan menganiaya korban menggunakan bambu hingga tewas.

Selain YI, polisi turut mengamankan seorang terduga lain berinisial K (35) yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban lainnya dan kini masih dalam pemeriksaan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

“Pelaku dijerat Pasal 466 Ayat (1) JO Pasal 466 Ayat (3) KUHPIDANA dengan ancaman tujuh tahun penjara,” jelas Kapolres. [arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Iran: Selat Hormuz Dibuka jika Kerugian Perang Dibayar
Next: Dua Petugas Keamanan SPBE Bekasi Meninggal Dunia Usai Alami Luka Bakar Serius

Trans Stories

HANI 2026
4 minutes read

HANI 2026: Momentum Jabar Cetak Generasi Emas Bebas Cemas

transindonesia.co 25 Juni 2026 0
Buronan Taufik Hidayat
3 minutes read

Buru Penganiaya Yuvita di Bandung Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp250 Juta

transindonesia.co 23 Juni 2026 0
HMI Bandung Long March Pendidikan Politik Suarakan Tiga Tuntutan
2 minutes read

HMI Bandung Long March Pendidikan Politik Suarakan Tiga Tuntutan

transindonesia.co 19 Juni 2026 0

TransIndonesia

Dokter Tifa
2 minutes read

Daftar Hakim PN Jaktim Tangani Perkara Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi

transindonesia.co 26 Juni 2026 0
Penjara Koruptor
2 minutes read

Razman Arif Nasution Dijebloskan Ke Lapas Cipinang

transindonesia.co 26 Juni 2026 0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
3 minutes read

Kapolri Bentuk Polresta Ibu Kota Nusantara, Mutasi 1.121 Personel

transindonesia.co 26 Juni 2026 0
Muhammad Arsal Sahban
2 minutes read

Layanan Konsultasi Reserse Bareskrim Polri Bantu Pelapor Pantau Perkembangan Kasus Secara Daring

transindonesia.co 26 Juni 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.