Suasana pendinginan lokasi SPBE dan puing-puing kios serta rumah warga yang terbakar akibat ledakan dahsyat sejak Rabu malam (1/4/2026), petugas Disdamkarmat masih terlihat memastikan tidak lagi ada titik api di lokasi kejadian Jalan PU Kampung Pabuaran, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi hingga Kamis pagi (2/4/2026). Foto: Transindonesia.co / Ist
TRANSINDONESIA.co, BEKASI – Korban jiwa akibat ledakan hebat dan kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi dua orang. Kedua korban yang merupakan petugas keamanan (sekuriti) SPBE tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang sangat parah.
“Korban meninggal Suyadi dan Jaimun. Dan dua-duanya karyawan ya, sekuriti (SPBE),” kata Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, kepada wartawan di Kota Bekasi, Selasa (7/4/2026).
Kedua korban, Suyadi dan Jaimun (61), merupakan warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengembuskan napas terakhir di RS Primaya Bekasi Timur setelah berjuang melawan luka bakar masing-masing sebesar 92 persen dan 97 persen. Suyadi dilaporkan wafat pada Ahad (5/4/2026), disusul Jaimun pada Senin (6/4) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Satu orang bernama Suyadi meninggal pada Ahad, sementara Djaimun meninggal pada Senin,” terang Nachrowi.
Berdasarkan kronologi kejadian, kedua korban berada di dalam area SPBE saat ledakan terjadi pada Rabu malam (1/4). Dalam kondisi tubuh terpapar api, keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar lokasi sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
“Saat kejadian_mereka di dalam, dan lari ke luar lokasi, ditolong warga,” jelas Nachrowi menceritakan upaya penyelamatan diri para korban.
Saat ini, pihak kecamatan tengah membantu proses administrasi bagi keluarga yang ditinggalkan. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penyaluran santunan bagi para korban yang gugur saat menjalankan tugasnya tersebut.
“Saat ini proses administrasi berjalan dan dalam tahap penyerahan berkas seperti surat kematian waris, kartu keluarga, dan akta kematian untuk proses pemberian santunan,” ucapnya.
Peristiwa maut ini bermula pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, di mana saksi mata sempat melihat kabut gas menutupi jalan sebelum ledakan besar menghanguskan area seluas 2.000 meter persegi. Hingga kini, Tim Labfor Polri masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebocoran gas tersebut. [man]







