
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Di tengah suasana Lebaran yang penuh khidmat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi yang mengepung Pulau Jawa dan Kalimantan sepanjang akhir pekan Maret ini (27-29/3). Terjangan angin kencang merusak puluhan rumah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 8 hektar lahan gambut di Kalimantan Timur dan Utara.
“Bencana hidrometeorologi basah dan kering seperti banjir, angin kencang dan kebakaran hutan serta lahan masih mendominasi di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya diterima redaksi, Ahad (29/3/2026).
Di wilayah Jawa, momen Lebaran warga di Kabupaten Cilacap dan Situbondo terganggu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang merusak sedikitnya 21 rumah. Pohon-pohon tumbang menimpa pemukiman dan jaringan listrik PLN, memaksa tim gabungan dan warga bahu-membahu melakukan kerja bakti di tengah hari raya.
“Tim gabungan bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan pohon tumbang dan material yang terbawa saat angin kencang,” jelas Abdul Muhari mengenai aksi tanggap darurat di Jawa.
Kondisi kontras terjadi di Kalimantan, di mana 6 hektar lahan gambut di Kota Tarakan dan 2 hektar lahan di Kutai Kartanegara ludes terbakar.
Selain karhutla, banjir juga merendam 42 rumah warga di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
“Pantauan visual di lapangan melaporkan api telah padam, namun penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait,” tambahnya terkait situasi karhutla di Kalimantan.
Bencana serupa juga melanda Sumatera Selatan, tepatnya di Ogan Komering Ulu, di mana banjir merendam 11 rumah dan 3 fasilitas pendidikan akibat saluran pembuangan yang tersumbat. BPBD setempat harus melakukan upaya penyedotan air secara intensif guna memastikan aktivitas warga dapat kembali normal secepat mungkin.
“BPBD bersama tim gabungan melakukan upaya penyedotan air guna mempercepat upaya penanganan,” ungkapnya mengenai banjir di Sumatera Selatan.
Menyikapi eskalasi bencana yang membayangi perayaan Lebaran, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi mandiri. Warga diingatkan untuk memangkas dahan pohon yang rimbun guna mencegah dampak angin kencang serta segera mengevakuasi diri jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam.
“Perbaharui informasi prakiraan cuaca dan potensi risiko di wilayah masing-masing dari sumber informasi lembaga resmi,” pungkas Abdul Muhari. [nag]





