Alat berat aktif melakukan pengerukan pada titik longsor yang telah diasesmen dan diduga terdapat korban yang tertimbun material longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (15/11/2025). Transindonesia co /BNPB
TRANSINDONESIA.co | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, tiba di desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Senin (17/11). Setibanya di pos lapangan, Suharyanto langsung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Bramantyo, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf.Andi Azis dan jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap.
Kepada Bupati Cilacap, Suharyanto mengingatkan Pemerintah Daerah untuk tidak larut dalam situasi tanggap darurat saja. Memasuki hari keenam pada Selasa (18/11), Kepala BNPB meminta Bupati untuk mulai mempersiapkan masa transisi dari darurat ke fase pemulihan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius karena terdapat 269 Kepala Keluarga (KK) terdampak, baik yang kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun material longsor maupun yang tinggal di kawasan risiko ancaman tinggi.
Berdasarkan keterangan tertulis analisa kejadian longsor di Kecamatan Majenang oleh Badan Geologi, wilayah sekitar lokasi terdampak longsor pada Kamis (13/11) lalu itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan. Wilayah ini masuk dalam zona prakiraan gerakan tanah menengah. Hal ini berdasarkan data morfologi lokasi yang diperkirakan berupa perbukitan dengan kemiringan landai-curam. Secara geologi, tanah di area ini merupakan tanah pelapukan tebal, berwarna cokelat, gembur, lepas, dan jenuh air dengan ketebalan lebih dari 10 meter.
Lalu, saat relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak, persiapan lahan relokasi menjadi hal pertama yang diperhatikan.
“Saya senang di Cilacap ini Pak Bupati sigap mencari lahan relokasi bagi warga terdampak. Laporan yang saya terima, lokasinya sudah ada dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer,”kata Suharyanto.
“Meskipun demikian, yang penting juga diperhatikan adalah keamanan lahan relokasi. Pastikan telah disurvei oleh Badan Geologi untuk tingkat potensi risiko bencananya. Jangan sampai kejadian yang sama berulang di lokasi yang baru,” tegas Kepala BNPB.
BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) jika lahan relokasi telah siap. Rencananya huntara ini selanjutnya akan menjadi rumah tumbuh untuk dibangunkan kembali sebagai hunian tetap (huntap).
“Huntara nanti BNPB yang akan membangun dibantu oleh TNI dan Polri. Kapan waktunya? Secepatnya.”
Pada Senin (17/11), operasi search and rescue (SAR) korban yang diduga tertimbun material longsor di Desa Cibeunying memasuki hari kelima. Hujan turun pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB sehingga membuat operasi pencarian dan pertolongan dihentikan demi keselamatan personil SAR di lapangan. Tiga jenazah berhasil ditemukan di sektor pencarian _worksite_ A2. Dengan demikian total korban yang masih dalam pencarian per Senin (17/11) pukul 18.00 WIB adalah sebanyak 7 orang.
Pemenuhan Bantuan Dasar Tak Putus
Usai rapat koordinasi bersama unsur penanggulangan bencana tanah longsor Desa Cibeunying di pos lapangan, Suharyanto dan rombongan beranjak menuju Balai Desa Cibeunying. Di tempat ini 65 jiwa mengungsi.
Suharyanto didampingi Bupati Cilacap dan Kepala Desa Cibeunying berdialog dengan warga terdampak. Tanpa ragu, warga menyampaikan bermacam keluh dan harapan untuk melanjutkan kehidupan pascabencana.
Kepada warga, Kepala BNPB menegaskan bahwa tim SAR gabungan tidak akan berhenti hingga tujuh warga yang masih hilang berhasil ditemukan. Setiap langkah pencarian dilakukan dengan sepenuh hati, demi mengembalikan kepastian bagi keluarga yang menanti.
Tak hanya itu, BNPB juga memastikan pembangunan hunian baru bagi warga yang selama ini hidup di daerah rawan longsor. Tempat tinggal yang lebih aman, lebih layak, dan memberi kesempatan untuk memulai kembali kehidupan.
“Bapak, Ibu, saya turut prihatin dengan peristiwa yang menimpa Bapak Ibu sekalian. Kami sadar, seenak-enaknya tinggal di pengungsian, pasti lebih nyaman tinggal di rumah sendiri”, ucap Suharyanto.
“Insyaallah Bapak Bupati telah mempersiapkan lokasi relokasi. Selanjutnya kami akan survei untuk memastikan lokasi tersebut aman”, lanjutnya.
BNPB turut menyerahkan bantuan dukungan kebutuhan dasar kepada warga terdampak berupa sembako, paket kebersihan diri, matras, selimut, hingga pakaian anak, perempuan, dan laki-laki.
Suharyanto menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak harus dipastikan berjalan baik.
“Bapak/ibu, jika membutuhkan sesuatu di sini, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada kami. Tim BNPB mendampingi bapak/ibu sekalian di sini.”
Terakhir, Kepala BNPB memberikan apresiasi kepada seluruh kinerja tim penanganan bencana longsor di Majenang ini.
Terima kasih kepada semua unsur yang telah memberdayakan dan menyatukan seluruh kekuatan secara terpadu demi kemanusiaan yang adil dan beradab. [nag]





