
TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN 2015). Peringatan HCPSN merupakan kegiatan yang berada dibawah kementerian lingkungan hidup dan kehutanan ini dilaksanakan setiap tahun sekali.
Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu berkenan membuka HCPSN tingkat Kota Bekasi yang dilangsungkan di Hutan Kota Patriot Bina Bangsa, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Ahmad Syaikhu dalam kesempatan itu mengatakan bahwa, HCPSN merupakan momen untuk membangun kesadaran dan membentuk kecintaan masyarakat Indonesia pada puspa dan satwa Indonesia.
“Momen ini akan terus dikampanyekan kepada masyarakat agar masyarakat dapat ikut serta menjaga kelestaraian keanekaragaman hayati di Indonesia,” jelasnya usai membuka HCPSN 2015 tingkat Kota Bekasi.
Lanjut Ahmad Syaikhu mengatakan, tema HCPSN 2015 “Ayo selamatkan Puspa dan Satwa sebagai penyangga kehidupan, mulai dari lingkungan kita.” Tema ini diangkat bertujuan kata dia, agar masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kota Bekasi khususnya selalu mengingat perlunya melindungi puspa dan satwa Indonesia, terutama yang berada disekitar lingkungan terdekat sebagai sumber ketahanan pangan demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
“telah terpilih sebagai ikon Puspa Nasional tahun 2015 yaitu Suweg (amorphopalus paeoniifolius). Sementara sebagai ikon Satwa Nasional adalah Beo Nias (gracula religiosa robusta). Penetapan Ikon Puspa dan Satwa ini untuk memperkenalkan serta mengajak seluruh masyarakat agar menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai asset dan dijaga dari kepunahan di habitat aslinya di alam Indonesia,” tambahnya.
Indonesia kata Wakil Walikota yang akrab disapa ustadz menuturkan, adalah salah satu Negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Namun kata dia, kekayaan puspa dan satwa Indonesia menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang merugikan Indonesia. Lanjut dia, banyak sepesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi diambil atau diburu dan diperdagangkan secara illegal di tingkay nasional maupun internasional.
“Kejahatan ini telah menjadi Transnational Organized Crime dengan peringkat tertinggi setelah narkoba dan pencucian uang,” katanya.
Oleh karena itu, Ahmad Syaikhu berharap kepada masyarakat agar menjaga keamanan pemanfaatan keanekaragaman hayatinya, Indonesia telah melakukan berbagai upaya termasuk pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku tindak kejahatan perdaganagan puspa dan satwa langka, namun trend nya tetap terus meningkat. “upaya penegakan hukum perlu tersu digiatkan dan dibarengi dengan upaya lainnya guna menekan laju kejahatan hidupan liar,”tegasnya.
Lebih lanjut Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa, Indonesia telah meratifikasi Protokol Nagoya yang kemudian diwujudkan dengan Undang – undang Nomor 11 tahun 2013 tentang pengesahan protokolNagoya, selain itu juga Indonesia telah melakukan penandatanganan Letter of Agreement (LOA) on Combating Wildlife Crime dengan Amerika Serikat pada 17 Februari 2014 berdasarkan ratifikasi London Delaration on Illegal Wildlife Trade, usaha – usaha tersebut terus dilakukan untuk mendukung upaya penegakan hukum kejahatan puspa dan satwa langka.
“pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya dalam melindungi dan melestarikan sumber daya alam hayati. Upaya konservasi dilakukan untuk mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati dan ekosistem secara berkelanjutan.”pungkasnya.
Sekadar diketahui, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu pada peringatan HCPSN 2015 tingkat Kota Bekasi bersama dinas BPLH Kota Bekasi dan unsur Muspida terkait, perwakilan pelajar serta para pemerhati dan pecinta lingkungan hidup lainnya yang ada di Kota Bekasi melakukan serangkaian kegiatan diantaranya, pelepasan burung merpati, tabor benih ikan lele dan penanaman pohon.(Idham)






