Skip to content
9 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Juni
  • 12
  • Omongan Trump Pepesan Kosong, Rezim Iran Tak Runtuh Digempur AS

Omongan Trump Pepesan Kosong, Rezim Iran Tak Runtuh Digempur AS

transindonesia.co 12 Juni 2026 4 minutes read
Rudal dan Bendera Iran

Rudal Iran. Foto. Ist

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Pengumuman mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kembali menyetujui gelombang serangan udara baru ke Iran. Ini terjadi usai AS menuduh Teheran menembak jatuh helikopter Apache di Selat Hormuz.

Selasa serangan dilakukan ke wilayah selatan Iran menimbulkan enam ledakan. Kamis (11/6/2026), serangan baru juga dilakukan AS dengan dalih “membela diri” dari kesewenang-wenangan serangan Iran.

Namun, di tengah eskalasi militer yang kian brutal dan guncangan ekonomi yang masif, prediksi mengenai runtuhnya rezim Teheran mulai surut dan memudar. Setidaknya ini terlihat dalam data Polymarket.

Mengutip Arab News, ada perubahan drastis terhadap persepsi publik global. Saat serangan gabungan AS-Israel pertama kali pecah pada 28 Februari lalu, sebanyak 55% petaruh memprediksi pemerintahan Iran akan tumbang.

Namun per pekan ini, angka pesimisme itu anjlok drastis. Di mana 99% petaruh kini justru bertaruh bahwa rezim Iran akan tetap bertahan kuat melampaui krisis.

Meskipun perang telah melewati hari ke-100 disertai aksi saling balas rudal dan blokade Selat Hormuz yang mencekik, otoritas Iran terbukti mampu meredam gejolak. Kemampuan bertahan ini dinilai tidak lepas dari kuatnya cengkeraman institusi keamanan domestik mereka.

“Tidak diragukan lagi bahwa eskalasi AS dan Israel telah menempatkan ekonomi dan keamanan Iran di bawah tekanan besar, tetapi kita tidak bisa menyatakan ini sebagai ancaman eksistensial bagi kelangsungan hidup rezim,” papar Direktur Senior di Soufan Center, Caroline Rose.

Rose menambahkan bahwa sejarah telah membuktikan ketahanan mendalam dari rezim Teheran. Mereka berulang kali lolos dari lubang jarum meskipun dihantam sanksi internasional yang melumpuhkan, krisis air kronis, hambatan infrastruktur, hingga gejolak sosial di dalam negeri.

Intelijen AS Terkejut, Militer Iran Pulih Sangat Cepat

Kondisi ketahanan Iran di lapangan juga diperkuat oleh laporan intelijen Amerika Serikat yang bocor ke media The New York Times dan Washington Post. Data internal Pentagon tersebut mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus kontradiktif dengan klaim retorika Trump yang menyebut militer Iran telah hancur total.

Hingga pertengahan Mei, intelijen AS mendeteksi bahwa Iran secara luar biasa telah berhasil memperbaiki 30 dari 33 situs rudal mereka yang menghadap langsung ke Selat Hormuz. Selain itu, Negeri Para Mullah tersebut dilaporkan masih menguasai sekitar 70% peluncur rudal bergerak (mobile launchers) di seluruh negeri dan mempertahankan hampir 70% dari total pasokan rudal pra-perang mereka.

“Bacaan saya terhadap situasi saat ini adalah bahwa Iran berada dalam posisi yang jauh lebih kuat daripada AS, dan saya pikir itu sangat jelas dari perilaku mereka,” ungkap Andrew Gawthorpe, dosen sejarah dan hubungan internasional di Leiden University.

Gawthorpe menilai Iran jauh lebih berani mengambil risiko tinggi untuk melakukan eskalasi militer demi menekan Washington. Di sisi lain, posisi domestik Trump dinilai kian sulit menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections) akibat hantaman inflasi dan lonjakan harga minyak mentah dunia, sehingga membuat Trump cenderung terburu-buru ingin menyelesaikan konflik.

Tiga Skenario Akhir Perang: Bukan Lagi Soal Bertahan Hidup

Direktur Program MENA di Chatham House, Sanam Vakil menegaskan bahwa fokus utama elite politik di Teheran saat ini sudah bergeser. Pertanyaannya bukan lagi mampukah mereka bertahan hidup, melainkan bagaimana menerjemahkan ketahanan militer ini menjadi sebuah keuntungan di meja perundingan dengan AS.

Menurut analisis Vakil, akhir dari konfrontasi besar ini kemungkinan akan mengerucut pada salah satu dari tiga skenario utama. Skenario pertama adalah penandatanganan nota kesepahaman (MOU) awal yang lays the groundwork atau meletakkan dasar bagi proses negosiasi jangka panjang yang lebih komprehensif mengenai peran regional Iran dan program nuklirnya.

Skenario kedua adalah tercapainya MOU awal namun negosiasi lanjutan tersebut tidak pernah diselesaikan. Sehingga, membuat kawasan terjebak dalam proses tanpa ujung yang mirip dengan situasi di Gaza.

“Hasil ketiga adalah kita hanya bertahan di tempat kita berada sekarang-tidak ada perang, tidak ada perdamaian, dan situasi ini terus berjalan begitu saja,” jelas Sanam Vakil dalam pemaparannya mengenai opsi skenario terakhir yang berpotensi terjadi di Timur Tengah.

Mantan Duta Besar Inggris untuk Arab Saudi, Sir John Jenkins mengingatkan bahwa meski Iran berada di atas angin dalam jangka pendek, modal politik mereka lewat penutupan Selat Hormuz memiliki batas waktu.

“Dalam jangka panjang, negara-negara Arab di Teluk (GCC) diproyeksikan akan membangun infrastruktur ekspor alternatif demi menghindari Selat Hormuz, yang pada akhirnya dapat mengisolasi ekonomi Iran lebih jauh dari rantai pasok global,” tuturnya.

Sumber: CNBC Indonesia

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Dapur Besar dan Titik Merah Kecil
Next: HMI Jakarta Barat Soroti Krisis Ekonomi dan Skandal Korupsi Pemerintahan Prabowo Gibran

Trans Stories

kilang-minyak-pelabuhan-selat-hormuz

Harga Minyak Naik ke US$96 Imbas AS-Iran Serang Kapal di Selat Hormuz

transindonesia.co 8 September 2026
izin-tinggal-wna-tiongkok

53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?

transindonesia.co 7 September 2026
greenpeace-malaysia

Aktivis Malaysia Demo Kabut Asap di Depan KBRI Kuala Lumpur

transindonesia.co 5 September 2026

TransIndonesia

tpa-putri-cempo

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo: Blok C dan D Aman, Fokus Padamkan Blok B

transindonesia.co 8 September 2026
presiden-prabowo-subianto

Sugiat Minta Kader Gerindra Sumut di Eksekutif dan Legislatif Jadi ‘Jubir’ Prabowo

transindonesia.co 8 September 2026
gempa-bumi-flores

BNPB Verifikasi 51 Ribu Rumah Terdampak Gempa Flores

transindonesia.co 8 September 2026
bahan-semai-sistem-waterrack

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng Atasi Karhutla dan Abu Vulkanik

transindonesia.co 8 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.