
TRANSINDONESIA.CO – Perintah Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno untuk merevitalisasi beberapa pelabuhan yang ada di wilayahnya terutama untuk menunjang rencana pembangunan jalan Tol Trans Sumatera semakin digenjot.
Pantauan Transindonesia.co pada Senin (18/5/2015), akses jalan dari tol ke pelabuhan Merak sudah dalam tahap pekerjaan dengan pelebaran jalan mencapai 1,5 meter.
“Sudah masuk minggu ketiga pekerjaan pelebaran jalan akses tol ke Merak ini,” kata salah seorang pekerja.
Pekerjaan yang akan seslesai pada tahap awal ini sebelum (-30 hari) Lebaran 2015 yang akan digunakan para pemudik khsuusnya yang menyeberang ke Pulau Sumatera. Dan akan dilanjutkan dengan beberapa pekerjaan perbaikan saluran air dengan pemasangan turap setelah musim mudik 2015 ini.
Pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung yang dikerjakan oleh pihak kontraktor akan menjadi perhatian besar masyarakat pemudik dikarenakan perjalanan mereka tergantung dari kontraktor tersebut.
Sebelumnya, Rano Karno menyatakan, perintah tersebut diberikan Jokowi mengingat pintu gerbang Pulau Jawa menuju Sumatra berada di Banten.
“Revitalisasi pelabuhan pun masuk dalam perencanaan pemerintah pusat,” kata Rano seusai rapat terbatas di Kantor Presiden Kamis (5/3/2015) lalu.
Rano mengatakan tahun 2015 ada enam pelabuhan yang akan diperbaiki. “Nanti akan ditambah 10 dalam lima tahun mendatang,” ujarnya. Menurut Rano, jika jalan Tol Trans-Sumatra rampung, akan terjadi peningkatan arus barang dan jasa di pelabuhan.
Kepada Jokowi, Rano juga memberikan usul untuk memisahkan pelabuhan barang dan manusia. Tujuannya adalah menghindari lonjakan dan kemacetan di kawasan sekitar.
“Saat ini bisa dilihat, truk, bus, motor, mobil, masuk dalam satu lorong sehingga untuk mengurainya agak sulit,” katanya.
Rano menilai jika revitalisasi pelabuhan tidak dibarengi dengan pemisahan muatan, maka akan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Apalagi pintu utama Tol Trans-Sumatera berada persis di kawasan Merak yang kerap macet.
“Kalau pelabuhan bisa menampung, tapi akses keluarnya crowded, juga menjadi masalah” katanya.(zan/her/yan)






