TRANSINDONESIA.co, Jakarta : PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) siap membangun 100-150 menara baru pada tahun ini di wilayah Bali. Perseroan menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/capex) sebesar Rp 200 miliar, naik lebih dari 50% dibanding tahun lalu Rp130-140 miliar.
“Untuk menara saja Rp 60-170 miliar, kalau total capex itu nanti sekaligus untuk pembangunan jaringan,” jelas President Director PT Bali Towerindo Sentra Tbk, J. Owen Ronadhi usai menggelar pencatatan (listing) saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Owen mengatakan, saat ini perseroan sudah memiliki 208 menara hanya di wilayah Bali. Perseroan menggandeng Huawei sebagai vendor jaringan. Pada 2014, perseroan menargetkan pertumbuhan lebih dari 50% pada pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dibanding tahun lalu. Di akhir 2013, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp103,2 miliar, dan EBITDA Rp69 miliar.
Adapun strategi Bali Towerindo untuk pengembangan usaha di 2014 adalah meningkatkan portfolio menara telekomunikasi, dan kapasitas jaringan dari 8 Gbps menjadi 40 Gbps. Saat ini seluruh operator baik, GSM dan CDMA menjadi pelanggan perseroan.
“Hampir semua, kecuali Esia,” kata Owen.
Lebih lanjut saham BALI yang resmi diperdagangkan pada hari ini pukul 09.00 WIB langsung tercatat naik 50% ke level Rp600 dari harga penawarannya sebesar Rp400 per lembar saham.Saham perseroan sempat tercatat pada level tertinggi di angka Rp600 dan terendah pada level Rp500.
Saham emiten ke-6 tahun ini telah diperdagangkan sebanyak lima kali dengan volume sebanyak 101 lot dan nilai perdagangan sebesar Rp6 miliar.(ivd/oki)








