Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada lebaran Idul Fitri hari kedua dan ketiga, pada 22 hingga 23 Maret 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan InaRISK, wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang.
“Prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi hujan lebat pada sore hingga malam hari, yang dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya diterima redaksi, Ahad (22/3/2026).
Menyikapi ancaman tersebut, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di zona rawan bencana dan para pengguna jalan raya, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat bencana hidrometeorologi seringkali terjadi secara mendadak akibat perubahan cuaca yang signifikan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan senantiasa memantau peta kerawanan melalui aplikasi Info BMKG atau InaRISK untuk mengantisipasi potensi banjir di dataran rendah maupun longsor di jalur perbukitan,” lanjut Abdul Muhari.
Selain pemantauan digital, BNPB juga memberikan panduan keselamatan fisik saat menghadapi cuaca ekstrem di perjalanan. Masyarakat diminta tidak memaksakan berkendara saat jarak pandang terbatas atau ketika angin kencang melanda guna menghindari risiko kecelakaan akibat pohon tumbang atau papan reklame yang roboh.
“Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, sangat disarankan untuk segera berlindung di bangunan yang kokoh dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame demi keselamatan jiwa,” pungkasnya. [nag]





