Kondisi banjir yang melanda Desa Sukowinangun Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, Jumat (20/3/2026). Foto: BPBD Kabupaten Magetan
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kurun waktu 20-21 Maret 2026. Banjir bandang di Kabupaten Bima menjadi peristiwa paling berdampak dengan total 1.009 jiwa dari 287 KK yang terdampak luapan air.
“BNPB merangkum kejadian dan penanganan bencana oleh pemerintah daerah pada periode Jumat (20/3/2026) hingga Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIB guna memastikan percepatan penanganan di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya diterima redaksi, Ahad (22/3/2026).
Di Kabupaten Bima, hujan intensitas tinggi pada Jumat siang memicu banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bolo dan Palibelo. Selain merendam 260 rumah warga dan tiga fasilitas pendidikan, banjir juga memutus akses jalan desa serta merusak lahan pertanian milik masyarakat setempat.
“BPBD Kabupaten Bima bersama instansi terkait telah melakukan penanganan darurat mulai dari evakuasi warga, penyaluran logistik, hingga penyisiran dan pendataan lanjutan di lokasi terdampak,” lanjut Abdul Muhari.
Sementara itu, di Jawa Timur, angin kencang menerjang Kabupaten Pasuruan yang mengakibatkan kerusakan pada enam rumah warga dan empat fasilitas umum akibat tertimpa pohon tumbang. Wilayah terdampak mencakup tiga kecamatan, yaitu Purwoasri, Pandaan, dan Purwodadi.
“Guna merespons kejadian di Pasuruan, tim BPBD telah dikerahkan untuk evakuasi pohon tumbang dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan,” tambahnya.
Tak hanya Pasuruan, Kabupaten Magetan juga melaporkan kejadian banjir pada Jumat sore pukul 16.16 WIB. Hujan lebat menyebabkan permukiman di Desa Sukowinangun tergenang, dengan total 31 unit rumah warga yang terdampak luapan air.
“BPBD Magetan saat ini terus melakukan pendataan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan di wilayah terdampak berjalan efektif,” pungkas Abdul Muhari. [nag]





