Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Dr. Edi Hasibuan. Transindonesia.co / Dokumentasi
Transindonesia.co, Jakarta – Sebanyak 83,5 persen responden menyatakan percaya bahwa program Polri Bersama Masyarakat gagasan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan membawa perubahan besar bagi institusi kepolisian.
Hal tersebut terungkap dari hasil survei nasional Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) periode 17–28 Oktober 2026.
“Kita optimistis, program Kapolri Suyudi, Polri Bersama Masyarakat bakal membawa Polri semakin baik dan dicintai masyarakat. Saya berharap ke depan program Kapolri ini semakin melekat dan mendapat tempat di hati rakyat,” ujar Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr. Edi Hasibuan, Jumat (30/10/2026).
Tingginya tingkat kepercayaan publik tersebut didasari oleh pendekatan program yang dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat. Agenda prioritas program ini mencakup pemberantasan narkoba, pemberantasan judi online, perbaikan pelayanan publik, serta optimalisasi layanan darurat Call Center 110 dan SPKT yang ramah masyarakat.
“Kami melihat respons positif masyarakat. Sejak Program Polri Bersama Masyarakat digaungkan, banyak masyarakat menyambut baik dan berharap ada perubahan besar di tubuh Polri. Ini menjadi modal besar dalam membenahi Polri,” kata Edi Hasibuan yang juga merupakan anggota Kompolnas periode 2012–2016.
Survei nasional ini melibatkan 800 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia melalui jaringan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 3 persen.
“Pemberantasan narkoba dan judi online, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kemudahan masyarakat mengakses layanan kepolisian menjadi sejumlah aspek yang diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya,” tambah Edi yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi).
Selain kelompok yang optimis, survei mencatat 12,1 persen responden belum sepenuhnya yakin karena pertimbangan masa jabatan Kapolri yang belum genap satu bulan. Sementara itu, terdapat 4,4 persen responden yang memilih tidak memberikan pendapat.
“Kepercayaan publik perlu dijawab melalui pelaksanaan program secara konsisten agar program Polri Bersama Masyarakat tidak berhenti pada pencanangan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata dan pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkas Edi. [sfn]






