Skip to content
20 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • September
  • 28
  • Selat Hormuz Diblokade AS, Iran Ubah Rute Dagang

Selat Hormuz Diblokade AS, Iran Ubah Rute Dagang

transindonesia.co 28 September 2026 2 minutes read
selat-hormuz

Selat Hormuz. (REUTERS/Stringer)

TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Iran mulai mengubah rute alternatif baru untuk ekspor minyak dan impor barang-barang dari luar negeri saat Selat Hormuz diblokade Amerika Serikat.

Salah satu rute yang kini diincar Teheran adalah jalur di Laut Kaspia, salah satu pintu gerbang Iran menuju dunia luar.

Blokade AS berlanjut setelah tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama tujuh hari ditolak Presiden AS Donald Trump.

Iran terus melakukan penyesuaian dalam hal ekspor minyak dan impor barang-barang kebutuhan pokok di tengah perang dengan AS yang belum kunjung selesai.

Salah satunya dengan menjadikan Laut Kaspia sebagai jalur alternatif. Namun, menurut para ahli, perdagangan maritim melalui Laut Kaspia memiliki tantangan logistik tersendiri.

Laut Kaspia, perairan yang dikelilingi daratan terbesar di dunia, dimiliki bersama oleh Iran, Rusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan. Aktivitas pelayaran di laut ini semakin terkendala oleh penurunan permukaan air dalam beberapa tahun terakhir.

Pada April, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen menyatakan bahwa permukaan air Laut Kaspia telah turun sekitar 2 meter sejak tahun 1990-an. Permukaan air laut diproyeksikan akan menyusut lagi sebesar 8 hingga 21 meter menjelang akhir abad ini, dikutip dari Al Jazeera.

Direktur Jenderal Kantor Perlindungan Ekosistem Pesisir dan Laut di bawah Departemen Lingkungan Hidup Iran, Shahram Fadakar mengatakan kepada media setempat pekan lalu bahwa permukaan air telah turun lebih dari 20 cm setiap tahunnya selama dua hingga tiga tahun terakhir. Hal ini dapat berdampak pada perdagangan antarnegara di kawasan Kaspia, termasuk Iran.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelayaran Iran, Masoud Polmeh bulan ini mengatakan kepada media yang berafiliasi dengan pemerintah bahwa pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah utara sebelumnya mampu melayani kapal dengan bobot hingga 6.000 ton. Akibat penurunan permukaan air, pelabuhan-pelabuhan tersebut kini hanya dapat melayani kapal berbobot 4.000 ton.

Kapal-kapal Iran yang memasuki Laut Kaspia melalui Sungai Volga di Rusia sempat terjebak akibat rendahnya permukaan air. Terkadang kapal-kapal itu tertahan diam selama berhari-hari hingga berminggu-minggu sebelum awak kapalnya diselamatkan.

“Untungnya, hal itu tidak terjadi di pelabuhan-pelabuhan kami,” kata Polmeh. [cnni]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Ketua MPR Tidak Gegabah Amendemen UUD 1945
Next: Iran Siap Perang “Kiamat” dengan AS Usai Proposal Ditolak, tapi…

Trans Stories

Menakar

Bukan Cuma Sertifikat, Menaker Tekankan Skill Nyata Peserta PVN

transindonesia.co 18 Oktober 2026
Bank Indonesia

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$459,3 Miliar per Agustus 2026

transindonesia.co 16 Oktober 2026
Kapal Iran di Selat Hormuz

Iran: Selat Hormuz Tetap Tutup sampai AS Penuhi Tujuh Syarat Damai

transindonesia.co 13 Oktober 2026

TransIndonesia

kebakaran pangkalan militer Kanada

Kebakaran Hebat Hantam Pangkalan Militer, 4 Orang Tewas-39 Terluka

transindonesia.co 19 Oktober 2026
kapal Iran serang as

Iran Kirim Ancaman Baru ke AS, Kapal-Kapal di Timur Tengah Diserang

transindonesia.co 19 Oktober 2026
demonstrasi Prancis

Kronologi & Fakta Prancis Chaos: Demo Berakhir Rusuh, Warga Menjarah

transindonesia.co 19 Oktober 2026
Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

transindonesia.co 18 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.