Skip to content
1 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 31
  • Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua

Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua

transindonesia.co 31 Agustus 2026 3 minutes read 0 comments
ketum-pbnu-kh-abdul-hakim-mahfudz

Ketum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyampaikan pidatonya di acara penutupan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Transindonesia.co / NU

TRANSINDONESIA.co | JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, mengungkapkan rencana strategis untuk menghidupkan kembali naskah Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pedoman perjalanan organisasi ke depan di abad kedua.

“Tahun 1984 NU kembali ke Khittah artinya kembali ke awal didirikannya di tahun 1926. Tapi Qanun Asasi yang ditemukan hanya satu bab, adalah muqaddimah pembukaannya. Dan itu belum bisa dipakai digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan-kegiatan NU,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Senin (31/8/2026), menyusul penemuan bab-bab penting dari naskah sejarah yang sempat hilang selama puluhan tahun.

“Tiga tahun yang lalu, alhamdulillah kami di Tebuireng menemukan bab-bab yang selama ini tidak bisa kita dapatkan, Bab 2, Bab 3, Bab 4 akhirnya kita bisa temukan semuanya dan kita rangkai kembali menjadi satu buku, yaitu Qanun Asasi,” kata Cicit Hadratussyekh Hasyim Asy’ari itu.

Menurut penjelasannya, naskah Qanun Asasi mula-mula ditulis oleh Hadratussyekh Hasyim Asy’ari pada tahun 1926 dan baru rampung sepenuhnya pada tahun 1928, di mana pada masa lampau naskah tersebut berfungsi vital sebagai roadmap serta pedoman manhaj, fikrah, dan harakah bagi Nahdlatul Ulama.

“Buku itulah yang akan menjadikan panduan bagi NU, kegiatan-kegiatan NU di masa yang akan datang. Dulu awal NU berdiri menjadi satu organisasi yang sangat baik, sangat cepat perkembangannya karena ada Qanun Asasi. Nah, oleh karena itu rasanya tidaklah mustahil kalau itu kemudian diimplementasikan lagi di zaman sekarang di mana NU menapaki perjalanannya di abad kedua ini dengan menggunakan Qanun Asasi,” ujarnya.

Kendati demikian, naskah fundamental itu sempat tidak lagi digunakan secara utuh sejak NU memutuskan menjadi partai politik pada tahun 1952, dan ketika organisasi kembali ke Khittah 1926 pada tahun 1984, naskah yang berhasil diselamatkan hanya menyisakan bagian muqodimah atau pembukaannya saja.

“Mudah-mudahan itu arahan-arahan manhaj itu menjadikan semangat kita untuk bersatu itu sangat luar biasa. Seperti NU di awal-awal berdirinya, di mana di zaman Belanda NU waktu itu sangat diperhitungkan oleh pemerintah Belanda,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut berharap bahwa pengembalian naskah utuh ini dapat membangkitkan kembali persatuan internal umat serta memperkuat kontribusi nyata organisasi bagi ketenangan dan kerukunan masyarakat luas, terkhusus di tingkat akar rumput.

“Paling tidak bagi NU di grassroot-nya ini NU yang punya basis massa cukup besar ini, mudah-mudahan bisa dijadikan masyarakat yang lebih tenang, masyarakat yang lebih guyub, supaya kita semuanya termasuk NU juga nanti ke depan menjadi satu organisasi yang lebih guyub bersatu dengan tujuan yang utama adalah untuk khidmah kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat yang kita miliki ini,” pungkasnya. [sda]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kapolri Mutasi 424 Pamen dan Pati Dijabatan Strategis
Next: Rais Aam PBNU Terpilih Ungkap Tiga Ayat Al-Qur’an sebagai Pijakan NU Arungi Abad Kedua

Trans Stories

rais-aam-kh-miftachul-akhyar
3 minutes read

Rais Aam PBNU Terpilih Ungkap Tiga Ayat Al-Qur’an sebagai Pijakan NU Arungi Abad Kedua

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Transindonesia.co / Dokumentasi.
3 minutes read

Kapolri Mutasi 424 Pamen dan Pati Dijabatan Strategis

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
Muktamar NU
2 minutes read

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Puji Peran Bersejarah Nahdlatul Ulama

transindonesia.co 27 Agustus 2026 0

TransIndonesia

rais-aam-kh-miftachul-akhyar
3 minutes read

Rais Aam PBNU Terpilih Ungkap Tiga Ayat Al-Qur’an sebagai Pijakan NU Arungi Abad Kedua

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
ketum-pbnu-kh-abdul-hakim-mahfudz
3 minutes read

Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Transindonesia.co / Dokumentasi.
3 minutes read

Kapolri Mutasi 424 Pamen dan Pati Dijabatan Strategis

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
gunung-sinabung-erupsi
2 minutes read

Status Gunung Sinabung Karo Naik Level Siaga

transindonesia.co 31 Agustus 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.