Lahan seluas dua hektare yang dilalap si jago merah di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026). Foto : BPBD Kabupaten Luwu Timur.
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum rentetan kejadian bencana alam yang didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan serta peristiwa tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode Kamis hingga Jumat.
“Kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana yang dilaporkan di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Jumat (19/9/2026).
Peristiwa karhutla tercatat melanda Kabupaten Luwu Timur seluas dua hektare, Kabupaten Polewali Mandar seluas 40 hektare, serta Kabupaten Klaten seluas dua hektare yang dipicu oleh pembakaran sampah tidak terkontrol.
“Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak untuk mencegah api meluas ke pemukiman warga,” jelasnya.
Selain karhutla, bencana tanah longsor juga merenggut korban jiwa di Kabupaten Mandailing Natal akibat tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas penambangan di dekat tebing Sungai Batang Gadis.
“Seluruh korban yang tertimbun material longsor di lokasi berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka oleh tim BPBD bersama aparat setempat,” tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak BNPB secara aktif mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat perlu memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah serta segera menghubungi aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya maupun kejadian bencana,” tutupnya. [sda]




