Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo memberi keterangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 secara daring, Sabtu (19/9/2026) malam. Tangkapan layar.
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Sebanyak 126 korban yang hilang dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Madura, masih terus dicari setelah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan resmi memperpanjang masa operasi SAR selama tujuh hari ke depan. Langkah perpanjangan ini diambil pada hari ketujuh operasi pencarian, Sabtu malam, demi menyisir sisa korban dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.
“Hari ini memasuki hari yang ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan dan seluruh stakeholder terkait mendukung dan mensupport operasi yang kami laksanakan,” kata Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo, dalam keterangan persnya, Sabtu malam (19/9/2026).
Dari keseluruhan penumpang dan awak kapal yang tercatat dalam manifes, sebanyak 117 orang berhasil ditemukan hingga Sabtu pukul 22.00 WIB. Dari jumlah yang ditemukan tersebut, 108 penumpang dinyatakan selamat, sedangkan sembilan orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Sebanyak 126 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8,” kata pihak Basarnas mengenai perkembangan data korban.
Keputusan perpanjangan masa pencarian dilakukan sembari menunggu penanganan bangkai kapal oleh tim salvage yang dikoordinasikan oleh pihak pemilik kapal.
Tim ahli salvage yang baru tiba di Banjarmasin pada Sabtu masih menggelar pembahasan mendalam untuk menentukan langkah teknis di lapangan.
“Operasi salvage yang akan dilaksanakan mungkin membutuhkan waktu yang lama, mungkin panjang, tidak sesingkat yang kita bayangkan. Kami tidak bisa menyebutkan kapan, tetapi yang jelas sedang dibahas oleh tim ahli dari pihak owner kapal,” ujar Yudhi Bramantyo.
Musibah ini bermula saat KM Virgo Transport 8 berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Sekitar lima jam perjalanan atau memasuki Ahad dini hari pukul 02.00 WITA, kapal diterjang cuaca buruk dan gelombang laut setinggi dua meter hingga akhirnya terbalik dan hilang kontak.
Kapal mengalami insiden hingga terbalik di tengah laut setelah terdengar semacam bunyi besi patah, kapal mulai oleng, kemudian kapal terbalik saat kondisi laut sangat buruk dan gelombang tinggi. [sda]






