BPBD Kabupaten Sukoharjo melakukan pendataan dan pemadaman manual, di Kecamatan Tawangsari dan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (8/7/2026). Sumber foto : BPBD Kab. Sukoharjo.
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam berupa kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia sejak Sabtu (8/8) hingga Minggu (9/8) pukul 07.00 WIB. Kejadian ini mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat dengan penanganan darurat yang langsung dikerahkan oleh tim gabungan di lapangan.
“Berdasarkan laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kekeringan melanda Kota Salatiga yang berdampak pada sekitar 160 kepala keluarga atau 480 jiwa, sementara sejumlah wilayah seperti Banyumas, Ponorogo, Trenggalek, dan Lombok Timur dilanda karhutla dengan total puluhan hektar lahan terdampak tanpa adanya laporan korban jiwa,” kata Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Ahad (9/6/2026).
Di sektor kekeringan, wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengalami kekurangan sumber air bersih akibat musim kemarau sejak Jumat (7/8). Menanggapi hal tersebut, BPBD Kota Salatiga bergerak cepat mendistribusikan total 10.000 liter atau sebanyak dua tangki air bersih untuk mencukupi kebutuhan dasar warga di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo.
“Penanganan kekeringan di Kota Salatiga dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor 300.2/131/2026, yang didukung pula oleh penetapan status serupa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelas Muhari.
Sementara itu, rentetan karhutla turut melanda beberapa kabupaten, di antaranya seluas 2 hektar di Kabupaten Banyumas akibat aktivitas pembakaran lahan, sekitar 10 hektar di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, serta sekitar 1,5 hektar di kawasan Perum Perhutani Kabupaten Trenggalek. Berkat kesigapan BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat, api di wilayah-wilayah tersebut berhasil dipadamkan melalui metode pemadaman manual, pembuatan sekat bakar, hingga penyisiran lanjutan.
“Selain di Jawa Tengah dan Jawa Timur, penanganan intensif juga dikerahkan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, di mana tim gabungan yang mengerahkan 22 personel berhasil mengendalikan karhutla seluas kurang lebih 30 hektar dan kini melanjutkan tahap penyisiran atau mopping up untuk mencegah penyalaan ulang,” ujarnya. [nag]




