Skip to content
27 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 27
  • Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya

Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya

transindonesia.co 27 Mei 2026 3 minutes read
BEM UI Nobar Film Pesta Babi

Pemutaran bersama film dokumenter Pesta Babi di Pos Bloc, Jakarta, 2 Mei 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA  – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak kuasa meneteskan air mata saat menonton film dokumenter Pesta Babi.

“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya,” kata Megawati dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (25/5/2026).

Mega menyoroti sudah berapa banyak hutan di Indonesia yang beralih fungsi menjadi pohon kelapa sawit hari ini.

Ia mengatakan di sana terdapat hukum adat hingga tradisi yang harus dihargai.

Mega menekankan pentingnya menghormati hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?,” ucap dia.

Selain itu, Mega juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional yang dinilai kian menjauh dari semangat kedaulatan bangsa.

Ia mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengabaikan hak masyarakat adat.

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, belakangan menuai sorotan. Dokumenter ini dirilis pada 2026, diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru. Film ini merekam kondisi masyarakat adat di Indonesia, khususnya Papua dan perjuangan hak atas lahan mereka.

Salah satu yang paling disoroti dalam film dokumenter ini adalah proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai sebagian pihak berdampak terhadap lingkungan hidup dan hak masyarakat adat.

Beberapa waktu terakhir pembubaran kegiatan nobar film Pesta Babi di sejumlah tempat di Indonesia marak terjadi. Aktor pembubaran nobar dan diskusi itu ada yang dari pihak aparat seperti TNI dan Polri, hingga pihak kampus.

Contohnya di Universitas Mataram (NTB) yang diskusi dan nobar film Pesta Babi dibubarkan otorita kampus, lalu di Universitas Khairun dan Benteng Oranje, Ternate (Maluku Utara) yang pembubaran dilakukan aparat TNI AD.

Selain itu rumah produksi film dokumenter WatchDoc dan jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia juga mencatat ada dugaan penolakan ruang pemutaran hingga pembatalan sepihak pemutaran oleh pemilik tempat.

Terpisah, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter oe.

Ia berpendapat materi film itu masih wajar, dan meminta warga tak terpancing hanya karena judul, serta dipersilakan untuk menontonnya.

Ia menilai publik justru perlu diberi ruang untuk menonton hingga mendiskusikan isi film tersebut secara terbuka.

“Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Sumber: CNN Indonesia

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Bencana Hidrometeorologi Basah dan Gempa Bumi Dominasi Wilayah Indonesia
Next: Wujudkan Keikhlasan, Ponpes Almarhamah Khairu Ummah Kota Bekasi Sembelih Sapi dan Kambing Kurban

Trans Stories

Gedung Mahkamah Konstitusi

Apa MK Berwenang Memeriksa Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran?

transindonesia.co 25 September 2026
kementerian-imipas

Dari Kesepakatan ke Hasil: Mewujudkan Kinerja Kementerian IMIPAS yang Berkualitas dan Berintegritas

transindonesia.co 23 September 2026
Abdullah Rasyid

Dari Jeruji ke Reintegrasi Sosial: Menagih Janji KUHP Baru pada BAPAS dan Pembimbing Kemasyarakatan

transindonesia.co 23 September 2026

TransIndonesia

Pixlr_20260926220833019

Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

transindonesia.co 26 September 2026
Liqo Almarhamah Khairu Ummah

Bahaya Sombong, Angkuh, dan Ujub dalam Islam

transindonesia.co 26 September 2026
Korban banjir Solok

Tim Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Kabupaten Solok

transindonesia.co 26 September 2026
Ketua HMI cabang Jakbar Dana Nur Azizah

Strategi Pemkot Jakbar dan HMI Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumber

transindonesia.co 26 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.