Skip to content
11 Agustus 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 27
  • Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya

Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya

transindonesia.co 27 Mei 2026 3 minutes read 0 comments
BEM UI Nobar Film Pesta Babi

Pemutaran bersama film dokumenter Pesta Babi di Pos Bloc, Jakarta, 2 Mei 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA  – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak kuasa meneteskan air mata saat menonton film dokumenter Pesta Babi.

“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya,” kata Megawati dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (25/5/2026).

Mega menyoroti sudah berapa banyak hutan di Indonesia yang beralih fungsi menjadi pohon kelapa sawit hari ini.

Ia mengatakan di sana terdapat hukum adat hingga tradisi yang harus dihargai.

Mega menekankan pentingnya menghormati hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?,” ucap dia.

Selain itu, Mega juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional yang dinilai kian menjauh dari semangat kedaulatan bangsa.

Ia mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengabaikan hak masyarakat adat.

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, belakangan menuai sorotan. Dokumenter ini dirilis pada 2026, diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru. Film ini merekam kondisi masyarakat adat di Indonesia, khususnya Papua dan perjuangan hak atas lahan mereka.

Salah satu yang paling disoroti dalam film dokumenter ini adalah proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai sebagian pihak berdampak terhadap lingkungan hidup dan hak masyarakat adat.

Beberapa waktu terakhir pembubaran kegiatan nobar film Pesta Babi di sejumlah tempat di Indonesia marak terjadi. Aktor pembubaran nobar dan diskusi itu ada yang dari pihak aparat seperti TNI dan Polri, hingga pihak kampus.

Contohnya di Universitas Mataram (NTB) yang diskusi dan nobar film Pesta Babi dibubarkan otorita kampus, lalu di Universitas Khairun dan Benteng Oranje, Ternate (Maluku Utara) yang pembubaran dilakukan aparat TNI AD.

Selain itu rumah produksi film dokumenter WatchDoc dan jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia juga mencatat ada dugaan penolakan ruang pemutaran hingga pembatalan sepihak pemutaran oleh pemilik tempat.

Terpisah, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter oe.

Ia berpendapat materi film itu masih wajar, dan meminta warga tak terpancing hanya karena judul, serta dipersilakan untuk menontonnya.

Ia menilai publik justru perlu diberi ruang untuk menonton hingga mendiskusikan isi film tersebut secara terbuka.

“Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Sumber: CNN Indonesia

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Bencana Hidrometeorologi Basah dan Gempa Bumi Dominasi Wilayah Indonesia
Next: Wujudkan Keikhlasan, Ponpes Almarhamah Khairu Ummah Kota Bekasi Sembelih Sapi dan Kambing Kurban

Trans Stories

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Ardianto
5 minutes read

Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara

transindonesia.co 10 Agustus 2026 0
Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak
2 minutes read

Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia: Berkas Eks Direktur Lengkap, Total Aset Disita Rp425 Miliar

transindonesia.co 8 Agustus 2026 0
Bupati Kuansing Suhardiman Amby
3 minutes read

KPK: Ada Penyerahan Sin$14.000 dari Bupati Kuansing ke Raja Juli

transindonesia.co 6 Agustus 2026 0

TransIndonesia

Gunung Malanu
2 minutes read

Waspada Kemarau Ekstrem Gunung Malanu Ikut Terbakar, BNPB: Ratusan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

transindonesia.co 10 Agustus 2026 0
gunung Bromo terbakar
2 minutes read

Darurat Karhutla Bromo: 520 Hektare Lahan Terbakar, Jalur Pendakian dan Wisata Ditutup

transindonesia.co 10 Agustus 2026 0
sultan-brunei-darussalam-hassanal-bolkiah
1 minute read

Geger Sultan Brunei Cabut Gelar Bangsawan Menantu

transindonesia.co 10 Agustus 2026 0
bendera-iran
4 minutes read

Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar ‘Kebohongan’ AS

transindonesia.co 10 Agustus 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.