Ketua HMI Cabang Jakbar Dana Nur Azizah dan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah pada acara Simposium Regional Ecological Outlook 2026, di Ruang MH Thamrin Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (21/9/2026). Transindonesia.co / Ist
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama HMI Cabang Jakarta Barat menyepakati strategi baru dalam mengurai persoalan sampah dengan mengalihkan fokus penanganan langsung dari sumbernya. Langkah ini dinilai sebagai solusi krusial untuk menghentikan kebiasaan lama yang hanya bertumpu pada pola pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
“Persoalan sampah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan tata kelola yang membutuhkan perubahan dari pendekatan kumpul-angkut-buang menuju pengelolaan dari sumber,” tegas Ketua HMI Cabang Jakarta Barat, Dana Nur Azizah, dalam Simposium Regional Ecological Outlook 2026, di Ruang MH Thamrin Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (21/9/2026).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan komitmen perubahan paradigma tersebut mengemuka dalam Simposium Regional Jakarta Barat Ecological Outlook 2026. Pemerintah daerah, Iin Mutmainnah menegaskan bahwa strategi pengelolaan dari sumber harus diawali dari skala terkecil di tingkat tapak.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu diri sendiri, keluarga, dan rumah tangga. Komitmen bersama di tingkat keluarga menjadi kunci utama dalam memunculkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Iin Mutmainnah.
Melalui forum ilmiah tersebut, jajaran Pemkot Jakarta Barat mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah mandiri.
Dana Nur Azizah berharap kolaborasi ini mampu mengubah perilaku warga agar tidak lagi dibebankan sepenuhnya pada petugas kebersihan.
“Edukasi dan pembiasaan pemilahan sampah skala rumah tangga menjadi pondasi utama agar pola kumpul-angkut-buang dapat kita tinggalkan secara bertahap,” kata Dana Nur Azizah.
Acara yang diikuti mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Jakarta Barat ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan Holi Susanto dan jajaran pimpinan UKPD. Diskusi teoretis dan teknis dipaparkan langsung oleh narasumber Pusat Keberlanjutan dan Pengelolaan Limbah UI Fadilah Yusro Bako bersama Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat Aldi Jansen. [rls]





