Skip to content
28 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • April
  • 6
  • Gebrakan “Kampung Nelayan Merah Putih”: Strategi Presiden Prabowo Perkuat Kedaulatan Pesisir dan Sejahterakan Nelayan

Gebrakan “Kampung Nelayan Merah Putih”: Strategi Presiden Prabowo Perkuat Kedaulatan Pesisir dan Sejahterakan Nelayan

transindonesia.co 6 April 2026 2 minutes read
IMG-20260405-WA0065

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Transindonesia.co / Dokumentasi

TRANSINDONESI.co, BANDUNG – Menyambut Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada 6 April 2026, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah revolusioner untuk memperkuat kedaulatan maritim dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kebijakan penghapusan piutang macet yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024.

“Kebijakan ini merupakan bentuk pembelaan nyata negara terhadap para pahlawan protein bangsa yang selama ini terhimpit beban utang lama di sektor perikanan, kelautan, pertanian, hingga peternakan,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.I.Pol., Senin (6/4/2026).

Syahrir menyatakan bahwa pemerintah ingin memberikan napas baru bagi nelayan agar mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengakses dukungan perbankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri setelah beban masa lalu dihapuskan melalui PP tersebut.

Presiden Prabowo mengambil kebijakan strategis ini berdasarkan masukan langsung dari kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia yang menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlanjutan usaha akibat akses pembiayaan yang tertutup.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di masa depan,” ujar Syahrir.

Selain relaksasi keuangan, pemerintah pusat juga tengah memacu program Kampung Nelayan Merah Putih dengan target ambisius membangun 1.000 desa nelayan modern pada akhir tahun 2026 dan diproyeksikan mencapai 5.000 desa pada tahun 2029.

“Program ini mengusung pendekatan menyeluruh yang meliputi modernisasi infrastruktur seperti pembangunan pabrik es, fasilitas penyimpanan beku atau cold storage, dermaga yang layak, hingga penggunaan panel surya untuk kemandirian energi di wilayah pesisir,”ungkap Syahrir.

Berdasarkan data proyek percontohan, modernisasi ini terbukti mampu mendongkrak pendapatan nelayan hingga 100 persen karena adanya fasilitas pelelangan yang memadai sehingga rantai tengkulak dapat diputus. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan keterlibatan 81.000 koperasi desa sebagai pusat distribusi nasional yang didukung oleh armada truk pengangkut hasil laut secara efisien.

Peringatan Hari Nelayan Nasional tahun 2026 yang mengusung tema Kesejahteraan dan Solidaritas menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengelola potensi laut Indonesia secara maksimal.

Syahrir menekankan bahwa memberdayakan 1.000 desa nelayan setara dengan memperbaiki taraf hidup sekitar delapan juta jiwa penduduk pesisir, sehingga momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan melainkan perwujudan kedaulatan maritim yang nyata.

Politisi senior Gerindra tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di laut, sehingga nelayan tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian tanpa dukungan infrastruktur dan regulasi yang berpihak kepada rakyat kecil. Melalui sinergi antara pemutihan utang UMKM dan transformasi Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah optimistis sektor kelautan akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh dan berkeadilan. [arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: LOWONGAN KERJA
Next: Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat

Trans Stories

Amandemen UUD 1945

Ketua MPR Tidak Gegabah Amendemen UUD 1945

transindonesia.co 27 September 2026
Pixlr_20260926220833019

Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

transindonesia.co 26 September 2026
fasilitas-mewah-lapas-cibinong-bogor

Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong, Investigasi Temuan Ombudsman

transindonesia.co 25 September 2026

TransIndonesia

perang kiamat iran-as

Iran Siap Perang “Kiamat” dengan AS Usai Proposal Ditolak, tapi…

transindonesia.co 28 September 2026
selat-hormuz

Selat Hormuz Diblokade AS, Iran Ubah Rute Dagang

transindonesia.co 28 September 2026
Amandemen UUD 1945

Ketua MPR Tidak Gegabah Amendemen UUD 1945

transindonesia.co 27 September 2026
fasilitas-mewah-lapas-cibinong-bogor

Kemenimipas Copot Lima Pejabat Lapas Cibinong Buntut Temuan Kluster Fasilitas Mewah

transindonesia.co 27 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.