Skip to content
16 April 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • April
  • 6
  • Gebrakan “Kampung Nelayan Merah Putih”: Strategi Presiden Prabowo Perkuat Kedaulatan Pesisir dan Sejahterakan Nelayan

Gebrakan “Kampung Nelayan Merah Putih”: Strategi Presiden Prabowo Perkuat Kedaulatan Pesisir dan Sejahterakan Nelayan

transindonesia.co 6 April 2026 2 minutes read 0 comments
IMG-20260405-WA0065

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Transindonesia.co / Dokumentasi

TRANSINDONESI.co, BANDUNG – Menyambut Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada 6 April 2026, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah revolusioner untuk memperkuat kedaulatan maritim dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kebijakan penghapusan piutang macet yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024.

“Kebijakan ini merupakan bentuk pembelaan nyata negara terhadap para pahlawan protein bangsa yang selama ini terhimpit beban utang lama di sektor perikanan, kelautan, pertanian, hingga peternakan,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.I.Pol., Senin (6/4/2026).

Syahrir menyatakan bahwa pemerintah ingin memberikan napas baru bagi nelayan agar mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengakses dukungan perbankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri setelah beban masa lalu dihapuskan melalui PP tersebut.

Presiden Prabowo mengambil kebijakan strategis ini berdasarkan masukan langsung dari kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia yang menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlanjutan usaha akibat akses pembiayaan yang tertutup.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di masa depan,” ujar Syahrir.

Selain relaksasi keuangan, pemerintah pusat juga tengah memacu program Kampung Nelayan Merah Putih dengan target ambisius membangun 1.000 desa nelayan modern pada akhir tahun 2026 dan diproyeksikan mencapai 5.000 desa pada tahun 2029.

“Program ini mengusung pendekatan menyeluruh yang meliputi modernisasi infrastruktur seperti pembangunan pabrik es, fasilitas penyimpanan beku atau cold storage, dermaga yang layak, hingga penggunaan panel surya untuk kemandirian energi di wilayah pesisir,”ungkap Syahrir.

Berdasarkan data proyek percontohan, modernisasi ini terbukti mampu mendongkrak pendapatan nelayan hingga 100 persen karena adanya fasilitas pelelangan yang memadai sehingga rantai tengkulak dapat diputus. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan keterlibatan 81.000 koperasi desa sebagai pusat distribusi nasional yang didukung oleh armada truk pengangkut hasil laut secara efisien.

Peringatan Hari Nelayan Nasional tahun 2026 yang mengusung tema Kesejahteraan dan Solidaritas menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengelola potensi laut Indonesia secara maksimal.

Syahrir menekankan bahwa memberdayakan 1.000 desa nelayan setara dengan memperbaiki taraf hidup sekitar delapan juta jiwa penduduk pesisir, sehingga momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan melainkan perwujudan kedaulatan maritim yang nyata.

Politisi senior Gerindra tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di laut, sehingga nelayan tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian tanpa dukungan infrastruktur dan regulasi yang berpihak kepada rakyat kecil. Melalui sinergi antara pemutihan utang UMKM dan transformasi Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah optimistis sektor kelautan akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh dan berkeadilan. [arh]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: LOWONGAN KERJA
Next: Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat

Trans Stories

OTT Bupati Tulungagung
3 minutes read

Bupati Tulungagung Minta Jatah 50% Anggaran OPD, Pejabat Sampai Ngutang Demi Setoran

transindonesia.co 12 April 2026 0
Bupati Tulungagung Gatut Sunu
2 minutes read

OTT Jawa Timur: KPK Ciduk Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Terkait Korupsi

transindonesia.co 11 April 2026 0
SPBE Cimuning Meledak
2 minutes read

Dua Petugas Keamanan SPBE Bekasi Meninggal Dunia Usai Alami Luka Bakar Serius

transindonesia.co 8 April 2026 0

TransIndonesia

Bank Indonesia
2 minutes read

Ekonomi RI Memanas! Utang Luar Negeri Tembus 437 Miliar Dolar AS, Ada Apa?

transindonesia.co 15 April 2026 0
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME, (kanan) mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.
3 minutes read

Transformasi Imigrasi, Dari Administratif ke Motor Penerimaan Negara

transindonesia.co 15 April 2026 0
Kapal Perusak Ranjau
3 minutes read

Digertak Iran, Dua Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz

transindonesia.co 14 April 2026 0
Kapal Kargo Thailand
2 minutes read

Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz, Beri Warning Ini

transindonesia.co 14 April 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.