Dampak kerusakan rumah dan infrastruktur pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Transindonesia.co / BPBD Provinsi Sulawesi Tengah
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan penanganan intensif terhadap serangkaian bencana besar yang melanda wilayah Indonesia, khususnya bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah dan banjir luapan sungai di Aceh Barat hingga Rabu pagi.
“Bencana banjir di Aceh Barat masih menjadi fokus penanganan oleh pemerintah daerah, termasuk gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, yang menimbulkan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia per Selasa hingga Rabu pukul 07.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dampak terbesar dari gempa bumi Sulawesi Tengah tercatat berada di Kabupaten Sigi, di mana bencana ini telah memengaruhi sedikitnya 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa, serta menyebabkan puluhan warga luka-luka dan satu orang meninggal dunia.
“Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pukul 06.00 WIB, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga. Sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat, dan jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang,” ujar Abdul Muhari.
Selain korban jiwa dan luka, kerusakan infrastruktur yang masif juga terjadi di Kabupaten Sigi dengan rincian 1.074 unit rumah rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang, dan 30 unit rumah rusak berat, sehingga pemerintah daerah segera mengaktivasi Pos Komando darurat.
“Pemerintah daerah setempat akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” jelasnya.
Sementara itu di wilayah barat Indonesia, penanganan pascabanjir akibat luapan sungai Krueng Woyla di Kabupaten Aceh Barat juga terus berjalan setelah merendam sedikitnya 130 unit rumah dan berdampak pada 300 jiwa di Gampong Alue Keumuneng.
“Meskipun banjir berangsur surut pada Selasa, tim reaksi cepat dari BPBD masih berada di lokasi terdampak untuk penanganan hingga pendataan, termasuk mengerahkan personel, perahu karet untuk evakuasi, dan distribusi logistik,” tambah Abdul Muhari.
Merespons rentetan peristiwa alam ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi segala potensi ancaman bencana susulan.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air, apabila sudah melebihi batas aman, lakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya,” pungkas Abdul Muhari. [sda]






