Skip to content
22 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 29
  • 8 Juta Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan dalam Aksi Protes ‘No Kings’

8 Juta Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan dalam Aksi Protes ‘No Kings’

transindonesia.co 29 Maret 2026 3 minutes read 0 comments
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengutuk langkah Presiden Trump

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengutuk langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Iran. Dia mengatakan langkah Trump itu ilegal dan warga AS tak ingin perang untuk mengganti rezim di negara lain. (REUTERS/Jeenah Moon)

TRANSINDONESIA.co, WASHINGTON D.C. – Gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk “No Kings” mengguncang berbagai wilayah di Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Pihak penyelenggara mengklaim sedikitnya 8 juta orang ikut serta dalam aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi frustrasi warga terhadap kebijakan dan kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Angka partisipasi ini mencatatkan rekor baru dengan kenaikan sekitar satu juta peserta dan penambahan 600 titik acara dibandingkan dengan demonstrasi serupa yang digelar pada Oktober 2025 lalu.

Aksi protes ini berlangsung serentak di lebih dari 3.300 titik yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, mulai dari pesisir timur hingga barat, termasuk komunitas kecil di Alaska.

“Setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian,” ujar pihak penyelenggara sebagaimana dikutip dari AFP.

Meskipun massa membanjiri jalanan dengan berbagai spanduk, kostum, dan poster kritik, pemerintah Amerika Serikat hingga kini belum memberikan angka resmi mengenai jumlah total peserta yang hadir.

Fenomena menarik terjadi ketika hampir setengah dari lokasi protes justru berada di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik.

Negara bagian seperti Texas, Florida, dan Ohio masing-masing mencatat lebih dari 100 titik aksi, sementara wilayah seperti Idaho, Wyoming, dan Utah juga diramaikan oleh puluhan titik demonstrasi.

Di Texas, ribuan orang berkumpul di sekitar Balai Kota Dallas untuk mendengarkan orasi kritis, sedangkan di Georgia, massa memenuhi jalanan menuju Jekyll Island dengan membawa atribut protes dan bendera Amerika.

Situasi di Florida berlangsung relatif kondusif meskipun sempat diwarnai adu argumen antara demonstran dan pendukung Trump di West Palm Beach.

Wakil Wali Kota Boynton Beach, Thomas Turkin, menyebut aksi di wilayahnya berlangsung dengan antusias dan sebagian besar damai.

Sementara itu di pesisir barat, pusat kota Los Angeles dipenuhi demonstran yang membawa balon raksasa berbentuk bayi sebagai simbol kritik, dan di San Francisco, massa memadati Embarcadero Plaza dengan membawa spanduk bertuliskan “No Kings”.

Pusat kota New York juga tidak luput dari gelombang massa, di mana ribuan orang melakukan long march dari Midtown Manhattan. Aksi ini menyuarakan berbagai isu mulai dari sentimen anti-Trump, penolakan terhadap kebijakan imigrasi, hingga kritik keras terhadap keterlibatan dalam perang.

Di Minnesota, tokoh politik seperti Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders turut hadir langsung di tengah massa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait isu imigrasi dan kondisi politik nasional.

Partisipasi luas juga datang dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk serikat pekerja.

Sekretaris Bendahara American Federation of Teachers, Fedrick Ingram, menyatakan bahwa demonstrasi ini menjadi sarana penting untuk menyuarakan aspirasi publik.

“Amerika pernah melalui masa sulit sebelumnya. Kita pernah punya kebijakan buruk dan politisi yang buruk, tetapi kita selalu bisa bangkit dengan tetap bersatu,” tegas Ingram sebagaimana diberitakan oleh CNN. [man]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Wujudkan Arah Baru, Kemenimipas Transformasi Jadi Motor Ekonomi dan SDM
Next: Iran Kerahkan 1 Juta Kombatan Perang Melawan Invasi Pasukan AS

Trans Stories

Israel Tangkap WNI
2 minutes read

Total 9 WNI di Armada Flotilla ke Gaza Palestina Diculik Israel

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
WNI diculik ISRAEL
2 minutes read

Dewan Pers Kecam Israel Terkait Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia di Kapal Bantuan Gaza

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0

TransIndonesia

Pesantren AI
2 minutes read

Pesantren Akan Jadi Sekolah Paling Diminati di Era AI, Kenapa?

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
Israel Tangkap WNI
2 minutes read

Total 9 WNI di Armada Flotilla ke Gaza Palestina Diculik Israel

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
WNI diculik ISRAEL
2 minutes read

Dewan Pers Kecam Israel Terkait Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia di Kapal Bantuan Gaza

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
Tokoh Bangsa dan Reformasi
2 minutes read

Indonesia Tidak Sedang Runtuh, Indonesia Sedang Diuji

transindonesia.co 20 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.