Skip to content
20 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 1
  • Empat Perumpamaan Menjaga Martabat Manusia di Bulan Mulia

Empat Perumpamaan Menjaga Martabat Manusia di Bulan Mulia

transindonesia.co 1 Maret 2026 3 minutes read
Ustadz H. Mohammad Subchansyah

Ketua Yayasan Almarhamah Khairu Ummah, Ustadz H. Mohammad Subchansyah, ST, MT, saat menyampaikan Liqo rutin malam Ahad di Masjid Al Muhajirin Blok E BTR, Mustikajaya, Kota Bekasi. Transindonesia.co / Dokumentasi

TRANSINDONESIA.co — Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan bulan di mana Al-Qur’an turun sebagai mukjizat terbesar. Membaca Al-Qur’an di bulan suci ini membawa kebaikan yang melimpah atau hasanah (حسنة). Setiap huruf yang terucap dari bibir seorang mukmin tidak akan menguap begitu saja; ia akan menjelma menjadi cahaya yang menuntun dan penolong—syafaat—di akhir masa, saat tak ada lagi perlindungan selain amal ibadah.

Manusia diciptakan sebagai makhluk dengan derajat paling bagus dan mulia—Ahsanu Taqwim. Namun, kemuliaan itu bersifat dinamis; ia bisa meroket melampaui malaikat atau merosot lebih rendah dari binatang.

Melalui tadabbur Al-Qur’an sebagai “ilmu dari segala ilmu”, kita diajak mengambil pelajaran penting melalui empat perumpamaan—amsal—manusia dalam kitab suci:

Pertama: Perumpamaan Anjing

Tafsir Surah Al-A’raf ayat 176 menggambarkan perumpamaan orang yang memiliki ilmu agama (ayat-ayat Allah) namun mencampakkannya demi hawa nafsu dan kesenangan duniawi. Mereka diumpamakan seperti anjing yang menjulurkan lidah, baik dihalau maupun dibiarkan. Hal ini menunjukkan kehinaan, ketamakan, dan kesesatan yang konsisten.

“Ketika agama dilepas, ruang kosong di dalam hati akan segera diisi oleh syaitan sebagai teman setia yang menyesatkan.”

Peringatan keras ini tertuju terutama bagi mereka yang “menjual agama” demi urusan duniawi. Ketahuilah, fitnah yang ditimbulkan oleh seorang alim ulama (orang berilmu) yang melenceng jauh lebih besar dosa dan dampaknya dibandingkan fitnah orang awam. Hanya dengan bersandar pada agama, manusia tetap terjaga kemuliaannya.

Kedua: Perumpamaan Keledai

Manusia juga diibaratkan seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal di punggungnya namun tidak memahami isinya.

“Perumpamaan orang-orang yang dibebani tugas mengamalkan Taurat, kemudian tidak mengamalkannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab (tebal tanpa mengerti kandungannya). Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-Jumu’ah: 5).

Keledai hanya merasakan beratnya beban tanpa mendapat manfaat dari ilmu tersebut. Ini adalah teguran bagi kita agar tidak sekadar membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari.

Ketiga: Perumpamaan Binatang Ternak

Ada golongan manusia yang memiliki hati tapi tidak digunakan untuk memahami, memiliki mata tapi tidak untuk melihat kebenaran, dan telinga tapi tidak untuk mendengar petunjuk. Mereka dimisalkan seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka hidup hanya untuk memenuhi syahwat jasmani tanpa mempedulikan makanan bagi ruhaninya.

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS. Al-A’raf: 179).

Keempat: Perumpamaan Laba-laba

Dalam Surah Al-Ankabut ayat 41, manusia yang mengambil pelindung atau sandaran hidup selain Allah diibaratkan seperti laba-laba yang membangun rumah. Rumah laba-laba adalah struktur yang paling rapuh; tampak rumit namun hancur hanya dengan sekali sentuh. Begitulah nasib manusia yang menyandarkan hidupnya pada jabatan, harta, atau manusia, tanpa berpegang teguh pada tali agama Allah.

“Perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba betina yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahuinya.” (QS. Al-Ankabut: 41).

Kembali ke Fitrah Mulia

Intisari dari pengajian subuh ini adalah sebuah ajakan untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai imam. Agar kita tidak terjerumus ke dalam permisalan-permisalan rendah di atas, maka membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah satu-satunya jalan.

Di sisa Ramadhan ini, mari kita perkuat interaksi dengan kalam-Nya, agar kelak di hari pembalasan, huruf-huruf yang kita baca hadir sebagai pembela yang membawa kita menuju singgasana kemuliaan di sisi Allah SWT.**

 

Catatan Redaksi: Disarikan dari Pengajian Subuh Ramadhan 1447 H, Masjid Al Muhajirin Blok E BTR, oleh Ketua Yayasan Almarhamah Khairu Ummah, Ustadz H. Mohammad Subchansyah, ST, MT.

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Coba Kabur ke Malaysia, Bandar Besar Koko Erwin Diciduk di Sumut
Next: AS & Israel Terjebak! Gugurnya Sang Pemimpin Justru Jadi Kiamat Bagi Mereka

Trans Stories

Hablumminallah dan Hablumminannas

Akhlak Mulia: Hablumminallah dan Hablumminannas

transindonesia.co 17 Oktober 2026
Bandara Riyadh diserang Houthi

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tetap Waspada

transindonesia.co 13 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Suyudi Khatib Jumat: Jadilah Polisi Rendah Hati ke Rakyat

transindonesia.co 10 Oktober 2026

TransIndonesia

kebakaran pangkalan militer Kanada

Kebakaran Hebat Hantam Pangkalan Militer, 4 Orang Tewas-39 Terluka

transindonesia.co 19 Oktober 2026
kapal Iran serang as

Iran Kirim Ancaman Baru ke AS, Kapal-Kapal di Timur Tengah Diserang

transindonesia.co 19 Oktober 2026
demonstrasi Prancis

Kronologi & Fakta Prancis Chaos: Demo Berakhir Rusuh, Warga Menjarah

transindonesia.co 19 Oktober 2026
Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

transindonesia.co 18 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.