Skip to content
5 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 15
  • Update Bencana Sumatra: BNPB Melaporkan 1.190 Korban Meninggal dan Percepatan Huntara

Update Bencana Sumatra: BNPB Melaporkan 1.190 Korban Meninggal dan Percepatan Huntara

transindonesia.co 15 Januari 2026 2 minutes read
Kayu gelondongan Aceh

Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gunbencal) bersihkan tumpukan kayu gelondongan dan material lumpur yang menimbun kawasan Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/2025). Transindonesia.con/Ist

TRANSINDONESIA.CO | MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan darurat dan pemulihan Bencana Sumatra hidrometeorologi basah melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, hingga pertengahan Januari 2026, korban meninggal dunia bertambah menjadi 1.190 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan adanya penambahan data korban jiwa setelah tim gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

“Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.190 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 141 orang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya diterima redaksi, Kamis (15/1/2026).

Meskipun angka korban jiwa cukup besar, BNPB mencatat adanya tren positif terkait kembalinya warga ke lingkungan asal.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa sebanyak 64.021 jiwa telah meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing, terutama di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurutnya, penurunan jumlah pengungsi ini sangat dipengaruhi oleh percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan akses jalan yang sempat terputus, serta pembersihan kawasan permukiman yang kini mulai kondusif untuk dihuni kembali.

Terkait infrastruktur, BNPB bersama pemerintah daerah tengah memacu pembangunan huntara dengan target penyelesaian yang cukup ketat.

“BNPB terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan,” tegas Abdul Muhari.

Dari total 51.740 unit rumah yang mengalami rusak berat, sebanyak 27.560 unit telah diajukan untuk pembangunan huntara, di mana ribuan unit di antaranya saat ini sedang dalam proses konstruksi dan sebagian telah siap huni.

Selain hunian fisik, dukungan finansial melalui Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan. Abdul Muhari menyatakan bahwa hingga pertengahan Januari, pengajuan DTH telah mencapai 15.305 kepala keluarga.

Ia menambahkan bahwa proses verifikasi rekening penerima terus dilakukan guna memastikan bantuan tunai tersebut tersalurkan secara tepat sasaran demi membantu masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi risiko bencana susulan akibat cuaca ekstrem, BNPB secara masif menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak dengan total bahan semai mencapai ratusan ton.

“Operasi ini ditujukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan di wilayah rawan,” pungkas Abdul Muhari. Melalui koordinasi yang solid bersama TNI, Polri, dan relawan, BNPB berkomitmen memastikan seluruh langkah pemulihan berjalan efektif, terukur, dan mampu membangun kembali ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa depan. [don]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Asas Legalitas KUHP dan Larangan Analogi versus Retakan Istilah
Next: Pertama Sejarah 12 Tahun, 10 Ribu Perusahaan Bangkrut di Jepang

Trans Stories

kebakaran hutan Bangka

Bencana Awal Oktober: Karhutla Hanguskan Puluhan Hektare Lahan, Banjir Terjang Nias Selatan

transindonesia.co 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dilantik Presiden Prabowo

Tak Pakai Waktu Lama, Kapolri Suyudi Langsung Rombak Jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kapolda

transindonesia.co 3 Oktober 2026
Korban banjir Solok

Tim Gabungan Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Kabupaten Solok

transindonesia.co 26 September 2026

TransIndonesia

kebakaran hutan Bangka

Bencana Awal Oktober: Karhutla Hanguskan Puluhan Hektare Lahan, Banjir Terjang Nias Selatan

transindonesia.co 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dilantik Presiden Prabowo

Tak Pakai Waktu Lama, Kapolri Suyudi Langsung Rombak Jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kapolda

transindonesia.co 3 Oktober 2026
pelantikan Wantimpres

Ini Susunan Lengkap Kepemimpinan dan 26 Anggota Wantimpres

transindonesia.co 2 Oktober 2026
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: DPR dan Menaker Bahas Regulasi Adil

transindonesia.co 2 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.