Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M. IPol. TransIndonesia.co / Dokumentasi
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M. IPol, mendorong para petani di seluruh Jawa Barat untuk memastikan capaian swasembada pangan pada tahun 2026 ini semakin berjaya dan kokoh. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam menyelaraskan visi daerah dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang telah berhasil menciptakan tonggak sejarah baru bagi kemandirian swasembada pangan bangsa.
Keberhasilan luar biasa ini sebelumnya telah diumumkan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada momen Panen Raya di Kabupaten Karawang yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026. Spirit kedaulatan pangan tersebut kemudian diperkuat dengan aksi nyata Panen Raya Jagung serentak yang dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, sehari setelahnya.
“Pencapaian swasembada pangan ini merupakan sebuah prestasi fenomenal karena berhasil diraih dalam waktu hanya satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal pemerintah yang ditetapkan selama empat tahun,” kata H. Syahrir, kepada awak media, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti konkret bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menggerakkan seluruh instrumen negara untuk mencapai kedaulatan pangan demi kepentingan rakyat luas.
Lebih lanjut, Syahrir menyatakan sebagai legislator dari Fraksi Gerindra, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keberhasilan di tingkat nasional tersebut dirasakan manfaatnya secara langsung oleh petani di Jawa Barat.
Syahrir berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan di tingkat provinsi agar dukungan terhadap sarana produksi, ketersediaan pupuk, hingga akses pasar bagi petani tetap menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026 ini.
Syahrir optimis bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Jawa Barat akan tetap menjadi tulang punggung utama dalam menjaga status Indonesia sebagai negara yang berswasembada pangan.
“Kejayaan pangan yang diraih saat ini bukan sekadar keberhasilan panen, melainkan kembalinya martabat Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat di atas kaki sendiri,” ucapnya.
Tonggak Sejarah Swasembada Pangan
Menurut legislator senior Gerindra ini, keberhasilan swasembada pangan yang lebih cepat dari target nasional (1 tahun dari target 4 tahun) merupakan tonggak sejarah baru bagi kemandirian bangsa.
Syahrir menekankan beberapa poin krusial untuk mempertahankan kejayaan ini di tahun 2026, di antaranya modernisasi pertanian untuk mendorong penggunaan teknologi tepat guna agar hasil panen di Jawa Barat tetap stabil dan meningkat.
Kemudian kesejahteraan petani, yakni memastikan rantai distribusi pangan berpihak pada petani, sehingga margin keuntungan dinikmati oleh mereka yang berkeringat di sawah.
Lalu, kolaborasi lintas sektor sebagai integrasi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam ketahanan energi dan pangan.
Syahrir optimistis bahwa dengan semangat “Tonggak Sejarah Swasembada Pangan” yang digaungkan di pusat oleh Presiden Prabowo, para petani di Kabupaten Bekasi dan daerah lainnya di Jawa Barat akan semakin termotivasi.
“Kami di DPRD Jawa Barat akan terus mengawal kebijakan anggaran dan program yang pro-petani. Kita tidak boleh lengah. Jika tahun 2025 kita berhasil mencapai swasembada, maka tahun 2026 adalah tahun kejayaan dan penguatan posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkasnya. [sfn]







