Mohamed Muizzu, calon presiden Maladewa dari partai oposisi, Kongres Nasional Rakyat, berbicara kepada pers dalam putaran kedua pemilihan presiden di Male, Maladewa, 30 September 2023. (REUTERS/Dhahau Naseem/as)
TRANSINDONESIA.co | Presiden terpilih Maladewa Mohamed Muizzu mengusir pasukan militer asing untuk tidak berada di wilayahnya. Ini ia utarakan dalam rapat umum untuk merayakan kemenangannya dalam pemilihan presiden.
Kemenangan Muizzu diperkirakan akan mengubah peta hubungan negara dengan India dan Tiongkok. Ia mengalahkan petahana Presiden Ibrahim Solih pada putaran kedua pekan lalu, didukung oleh sebuah koalisi yang dikenal dekat dengan Tiongkok.
“Semua negara yang menyetujui kebijakan kami yang pro-Maladewa akan menjadi sahabat dan sekutu kami. Tapi kami akan memulangkan tentara asing yang berada di Maladewa,” kata Muizzu, Rabu (4/10/2023).
Di masa lalu, partainya memandang pengaruh besar India sebagai ancaman potensial terhadap kedaulatan Maladewa. Muizzu menuding negara Asia Selatan tersebut berusaha membangun kehadiran militer permanen di negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia itu.
New Delhi, yang sejak lama berhubungan dekat dengan Male, menyangkal pernyataan itu. Mereka menyatakan tengah membangun sebuah pelabuhan angkatan laut untuk pasukan Maladewa yang akan dilatih oleh militernya.
“Pemerintah India akan menunggu dan mencermati kebijakan-kebijakan Muizzu. Dia harus bekerja sama dengan kami, dan kami harus bekerja sama dengan dia,” kata seorang pejabat senior New Delhi. [ant/rts]





