Ilustrasi Gudang Bulog. Transindonesia.co /Dokumentasi
TRANSINDONESIA.co | Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi, memastikan pasokan komiditas pangan nasional saat ini dalam keadaan cukup baik. Meski demikian, ia tidak memungkiri terjadi penurunan produksi pangan akibat dampak El Nino.
“Komoditas pangan kita sementara ini sangat cukup baik sekali, walaupun ada beberapa penurunan produksi. Utamanya di sektor tanaman pangan yang sangat terdampak sekali dengan adanya El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang,” kata Harvick saat memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang di pimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal mitigasi dampak fenomena cuaca El Nino, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/10/2023)
Menurutnya, El-Nino berdampak pada penurunan produksi beras yakni mencapai 1,2 juta ton. Jika mengacu target produksi beras di atas 30 juta ton, dampak penurunan produksi dinilai tak memberikan pengaruh signifikan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah melakukan sejumlah puaya. Guna meningkatkan stok cadangan beras pemerintah (CBP), pemerintah akan melakukan impor agar harga di pasar tetap terkendali.
“Jadi untuk menekan harga di pasar, kita coba siasati dengan membanjiri produk. Mudah-mudahan ini cukup efektif kita lakukan, bersinergi dengan kementerian/lembaga lain utamanya Kemendag, juga dengan Bapanas,” ujarnya.
Harvick mengatakan, meskipun pasokan beras masih cukup baik, pemerintah tengah memperbaiki harga beras di tingkat eceran. Sebab, harga eceran beras di tingkat Gabah Kering Giling (GKG) hingga di tingkat pembeli memiliki harga yang cukup jauh.
“Karena kan di tingkat petani gabah itu sekarang sudah cukup baik Rp6-7 ribu. Tapi kalau harga di pasarnya ikut naik kan sama saja berarti,” ujarnya.





