Penjagaan ketat pasca bom bunuh diri yang menewaskan pelaku dan seorang anggota polisi, serta melukai 11 orang, di Polsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar No.340, Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember 2022. [Transindonesia.co /Istimewa]
TRANSINDONESIA.co | Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperketat penjagaan terutama di akses pintu masuk untuk meningkatkan kewaspadaan, pasca terjadinya bom bunuh diri (bom bundir) yang menewaskan pelaku dan seorang anggota polisi, serta melukai 11 orang, di Polsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar No.340, Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember 2022.
“Setiap pengunjung yang datang ke Polda Sumsel akan dicek satu persatu. Namun tentunya pengecekan akan tetap dilakukan secara humanis dan tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat,” kata, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Rabu 7 Desember 2022.
Selain Polda Sumsel, Supriadi juga mengimbau setiap Polres dan Polsek untuk dapat meningkatkan penjagaan dan kewaspadaan saat melakukan pelayanan kepada masyarakat.
“Baik itu Polres dan Polsek di wilayah Sumsel diharapkan agar lebih meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, tidak terjadi di wilayah Sumsel,” ungkapnya.
Pantauan Urban. Id, terlihat sejumlah personel yang berjaga dengan dilengkapi senjata laras panjang melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang akan masuk. Bahkan jok sepeda motor yang akan masuk dibuka untuk diperiksa.
Selain itu, bagi masyarakat yang akan masuk didata terlebih dulu identitasnya di pos penjagaan. Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Polda Sumsel terkait pengetatan akses masuk ke Polda Sumsel. [eso]







