Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al- Banjari Al Makki, berfoto bersama dengan pengurus MUI Medan.[DON]
TRANSINDONESIA.CO – Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al- Banjari Al Makki menegaskan, hanya orang-orang golongan munafik yang memilih Kafir jadi pemimpin.
“Bagaimana kita umat Islam bisa sayang dan suka dengan orang yang dimurka oleh Allah. Karena menyekutukan Allah adalah dosa besar dan tidak diampuni Allah SWT,” ujarnya di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu 14 Desember 2016.
![Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al- Banjari Al Makki, berfoto bersama dengan pengurus MUI Medan.[DON]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/12/Syaikh-Muhammad-Nuruddin-Marbu-Al-Banjari-Al-Makki.jpg)
Meskipun begitu, Syaikh yang mengenyam pendidikannya di Makkah menyesalkan masih banyak ulama atau kiyai yang bergabung ke politik sehingga sering tidak mengutamakan kepentingan umat.
“Ulama itu kepentingannya untuk umat bukan kepentingan golongan. Ulama harus bisa mendidik umatnya dan untuk menyampaikan wahyu Allah dan Hadist Rasululullah. Ditambah lagi masalah yang paling besar ulama kita banyak tidak membaca,” tuturnya.[DON]






