Skip to content
17 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Juni
  • 18
  • Mahasiswa UGM: Jangan Omong Kosong

Mahasiswa UGM: Jangan Omong Kosong

transindonesia.co 18 Juni 2026 2 minutes read
Mahasiswa UGM : Jangan Omong Kosong

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar konferensi pers bertajuk “Jangan Omong Kosong Demokrasi: Penjelasan Mengenai Aksi 15 Juni di GIK UGM” di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Rabu (17/6/2026) sore. Transindonesia.co /Tangkapan layar.

TRANSINDONESIA.co, YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar konferensi pers bertajuk “Jangan Omong Kosong Demokrasi: Penjelasan Mengenai Aksi 15 Juni di GIK UGM” di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Rabu (17/6/2026) sore. Konferensi pers ini digelar untuk menegaskan sikap mahasiswa UGM sekaligus merespons narasi yang menuding kericuhan di GIK pada Selasa (16/6/2026) malam sebagai bentuk anti-dialog.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa UGM menegaskan bahwa penolakan untuk berdialog dengan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didasarkan pada hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah yang semakin terang-terangan menunjukkan sikap ketidakberpihakan kepada rakyat.

Mesa, salah satu perwakilan mahasiswa UGM, menegaskan bahwa respons Nusron Wahid dan Sudaryono saat duduk bersama dengan massa pada malam sebelumnya justru semakin menunjukkan sikap pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“Alih-alih mengakui kesalahan, mereka justru meminta salah satu massa aksi untuk melihat secara langsung kondisi di Papua. Kami tidak menginginkan kondisi di Papua hanya dilihat oleh segelintir orang dari kami saja,” tegas Mesa.

“Jika memang benar tidak ada penindasan dan kekerasan terhadap rakyat di Papua, maka tunjukkanlah kepada seluruh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Di akhir pembacaan pernyataan sikap, mahasiswa UGM menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah:

1. Membebaskan seluruh tahanan politik dan memberikan amnesti pada kawan-kawan yang dikriminalisasi.

2. Tak lagi membatasi demonstrasi seperti yang terjadi dengan mahasiswa UI di Bundaran HI.

3. Menarik militer dari ruang sipil dan mencabut UU TNI dan UU Polri

4. Menghentikan kriminalisasi aktivis. [rls]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Waket Komisi XIII Nilai Komnas HAM Keliru Sebut Program MBG Langgar HAM
Next: Polda Metro Jaya Kawal Dua Kelompok Massa di Monas

Trans Stories

OTT BNPB

OTT BNPB: KPK Sita Uang, Emas, dan Kripto Rp5,47 Miliar

transindonesia.co 17 Oktober 2026
reshuffle kabinet

Presiden Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru

transindonesia.co 16 Oktober 2026
kejaksaan-agung-ri

Kejagung Usut KSO Migas Bekasi, Kerugian Ditaksir Rp2 Triliun

transindonesia.co 13 Oktober 2026

TransIndonesia

OTT BNPB

OTT BNPB: KPK Sita Uang, Emas, dan Kripto Rp5,47 Miliar

transindonesia.co 17 Oktober 2026
OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Plastik Biru Berisi Uang

transindonesia.co 17 Oktober 2026
Bank Indonesia

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$459,3 Miliar per Agustus 2026

transindonesia.co 16 Oktober 2026
reshuffle kabinet

Presiden Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru

transindonesia.co 16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.