Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.[IST]
TRANSINDONESIA.CO – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengeluhkan banyaknya tuduhan yang diarahkan padanya setelah kasus penistaan agama lewat surat Al Maidah Ayat 51. Salah satunya dianggap menyinggung ulama.
“Gak mungkin saya menyinggung ulama. Saya juga tidak mungkin menistakan Alquran karena saya percaya semua orang beriman pasti percaya kitab sucinya yang tentu saya harus menghormati dengan rekam jejak saya apalagi saya sebagai politisi kan,” ujar Ahok usai menjalani pemeriksaan Bareskrim Polri di Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gambir, Senin 24 Oktober 2016.
Ahok meyakini tak akan mungkin mendapatkan banyak suara jika memusuhi umat Islam dan menghina Alquran. Ia juga menegaskan tak berniat buruk apalagi menyinggung ulama.
![Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.[IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2014/06/wagub-jakarta-ahok.jpg)
Ahok pun menegaskan sengaja mendatangani Bareskrim karena ingin memberikan klarifikasi. “Saya datang supaya jadi biar klarifikasi supaya kepolisian tentu istilahnya dilaporin, penyelidikan, biar punya bahan,” ujar Ahok.[ROL/MET]





