Fahira Idris.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta, Fahira Idris, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta untuk memastikan semua warga Jakarta yang memenuhi syarat sebagai pemilih masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
“Harus diakui tekanan politik dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta sangat tinggi. Hal-hal yang penting seperti daftar pemilih harus mendapat perhatian lebih. Semua celah yang membuat kondisi tidak kondusif harus ditutup,” kata Fahira melalui siaran pers, Rabu 19 Oktober 2016.
Menurut Fahira, daftar pemilih selalu menjadi persoalan penting dan sumber konflik dalam hampir setiap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah di Indonesia. Daftar pemilih bahkan bisa memicu kerusuhan karena selalu dikaitkan dengan upaya memenangkan salah satu pasangan calon.
![Fahira Idris.[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/fahira-Idris-1.jpg)
“Penyusunan dan penetapan daftar pemilih yang baik dan benar sesuai peraturan perundangan-undangan menjadi prasyarat utama sebuah pemilihan kepala daerah bisa dikatakan demokratis, jujur dan adil,” tuturnya.
Selain menetapkan semua warga Jakarta yang berhak memilih masuk dalam DPT, Fahira juga meminta KPU DKI Jakarta untuk memastikan DPT bebas dari orang-orang yang tidak memenuhi persyaratan sebagai pemilih.
“Saya yakin KPU DKI Jakarta profesional dan memastikan tidak ada masalah dalam DPT,” ujarnya.
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.[ANT/MET]







