Warga Karo melaksanakan Shalat Istisqa minta hujan turun.[RED]
TRANSINDONESIA.CO – Kemarau berkepanjangan sejak Januari dirasakan warga dataran tinggi dua gunung aktif, Sinabung dan Sibayak membuat warga di Kec.Tiga Binanga Kab. Karo Sumatera Utara, menggelar shalat Istisqa (shalat meminta hujan) yang dilakukan mereka di lapangan pesantren Sirajul Huda.
Shalat Istisqa dua rakaat, pada hari ketiga atau hari terakhir dilaksanakan oleh puluhan warga Tiga Binanga mulai dari para orangtua terdiri dari kaum pria dan wanita, serta diikuti anak – anak pada Selasa 11 Oktober 2016 siang.
Sebelumnya shalat Istisqa dimulai sejak Minggu 9 Oktober 2016. Sebelum melaksanakan shalat meminta hujan tersebut, warga juga melaksanakan puasa selama tiga hari. Guna diridhoi Allah, atas turunnya hujan di kampung mereka. Dimana kemarau berkepanjangan cukup dirasakan warga Tiga Binanga sejak bulan Januari.
![Warga Karo melaksanakan Shalat Istisqa minta hujan turun.[RED]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/10/Shalat-Istisqa.jpg)
Maradi Silian mengungkapkan, dalam melaksanakan shalat Istisqa harus benar – benar suci dari dalam diri. Nah, keunikan shalat Istisqa juga dapat kita bedakan dengan shalat seperti biasanya. Dimana para jamaah shalat hanya mengunakan pakaian ala kadarnya, tidak perlu pakaian mewah atau bagus. Begitu juga dengan kaum wanita, saat melaksanakan shalat meminta hujan, tidak diperbolehkan berdandan atau mengunakan wewangian.
“Layaknya seperti Lebaran, usai melaksanakan shalat Istisqa para jemaah shalat diharapkan saling menyapa warga lainnya atau jiran tetangga, dan meminta maaf apa bila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak sengaja. Agar shalat dan doa tersebut dapat diwujudkan Allah SWT,” ungkapnya.[RED]





