Prajurit TNI memperlihatkan penggunaan senjata pada pameran Bhakti TNI yang digelar Satgas Pamtas Yonif 122/TS di perbatasan RI-PNG.[IST]
TRANSINDONESIA.CO – Pameran Bhakti TNI yang digelar Satgas Pamtas Yonif 122/TS pada hari terakhir Kamis 6 Oktober 2016 ditutup secara resmi oleh Dansatgas Yonif 122/Tombak Sakti, membuat kesan tersendiri dan meninggalkan kesan postif bagi warga Papua di perbatasan RI-PNG.
Berakhirnya pameran Bhakti TNI tersebut, telah meninggalkan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang datang, mulai dari kota Jayapura, maupun warga di perbatasan sendiri. Beragam tanggapan positif pun bermunculan, rata – rata mereka cukup antusias terhadap stand – stand yang digelar.
Kapten Hermawan Nainggolan selaku koordinator pelaksana pameran mengatakan, bahwa bagi pengunjung kaum wanita, pada umumnya menyukai stand kerajinan tangan terbuat dari lidi sawit, dan kelapa yang dibuat anggota Satgas Yonif 122/Tombak Sakti.
![Prajurit TNI memperlihatkan penggunaan senjata pada pameran Bhakti TNI yang digelar Satgas Pamtas Yonif 122/TS di perbatasan RI-PNG.[IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/10/Prajurit-TNI-dan-Anak.jpg)
Berbeda dengan pengunjung rombongan pelajar, mereka cenderung menyukai stand perlengkapan militer. Tidak sedikit diantara mereka mencoba guna memegang, dan berfoto dengan perlengkapan militer yang dipamerkan di atas meja.
Salah satu rombongan pelajar, Jacklin siswa SMP Muaratami mengatakan, bahwa dirinya baru tau kalau TNI itu punya senjata bermacam – macam. Menjadi pengalaman tersendiri bagi dia dapat melihat dari dekat, sehingga bisa memegang, dan mengetahui beratnya senjata yang dipamerkan.
“Sekarang saya sudah bisa merasakan beratnya senjata punya om tentara, juga bisa mencoba teropong nya juga,” kata Jacklin
Selain itu, para pengunjung juga memanfaatkan moment pameran untuk berfoto, dengan menggunakan perlengkapan militer seperti rompi anti peluru, dan helm yang biasa dikenakan para penjaga perbatasan itu.[DED]







