Ketinggian air telah mencapai satu meter kedalam rumah warga.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Sebanyak 118 warga mengungsi akibat banjir yang melanda Sidareja, kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.
“Berdasarkan pendataan sementara, warga yang mengungsi sebanyak 118 jiwa dari 31 keluarga. Mereka mengungsi di Musala Koramil Sidareja sebanyak 20 keluarga yang terdiri atas 75 jiwa, Balai Pertemuan RT 01 RW 05 Desa Sidareja sebanyak dua keluarga atau delapan jiwa, dan Balai Pertemuan RT 03 RW 03 Desa Sidamulya sebanyak sembilan keluarga yang terdiri atas 35 jiwa,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu 17 September 2016.
Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Cibereum setelah hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap sejak Jumat 16 September 2016 malam.
![Banjir di Jawa Tengah.[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/06/Banjir-Jawa.jpg)
Selain di Sidareja, kata dia, banjir juga menggenangi sejumlah wilayah Kecamatan Patimuan akibat limpasan air Sungai Citanduy di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Bahkan, kata dia, sebanyak empat mobil yang keseluruhan berpenumpang 25 orang dilaporkan terjebak di Jembatan Pelimpahan, Patimuan, akibat luapan Sungai Citanduy yang masuk Sungai Pelimpahan sehingga menggenangi ruas Jalan Raya Patimuan-Sidareja yang merupakan jalur utama dari Cilacap menuju Pangandaran, Jawa Barat.
“Personel kami sedang berada di lokasi untuk mengevakuasi seluruh penumpang yang sebagian di antaranya ibu rumah tangga, anak-anak, dan pelajar,” katanya.[ANT/DIN]






