Perwakilan warga desa yang akan direlokasi mandiri saat digelar runggun (musyawarah) dengan warga Desa Nang Belawan di lapangan terbuka.[DON]
TRANSINDONESIA.CO – Relokasi mandiri tahap kedua bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang direncanakan di Desa Nang Belawan Kecamatan Simpang Empat, segera terealisasi di desa tersebut
Disebakan warga Desa tersebut menerima warga koraban erupsi Sinabung hadir di Desa mereka dengan senang hati, untuk empat Desa masing -masing warga Desa Berastepu, Gurukinayan, Gamber, dan Kuta Tonggal.
Kesepakatan itu tercapai setelah digelar runggun (musyawarah) dan dialog di lapangan terbuka yang akan diajdikan relokasi seluas sembilan hektare, antara warga sekitar dengan perwakilan relokasi mandiri pada Selasa, 13 September 2016.
![Perwakilan warga desa yang akan direlokasi mandiri saat digelar runggun (musyawarah) dengan warga Desa Nang Belawan di lapangan terbuka.[DON]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/09/Relokasi.jpg)
“Kita sudah menggelar musyawarah desa bersama elemen masyarakat. Pada prinsipnya, kami menyetujui rencana relokasi pengungsi di desa kami dijadikan relokasi mandiri. Masyarakat kita sangat senang menyambut kehadiran pengungsi di sini, asalkan mereka dapat memahami, dan mengikuti kearifan lokal, dan budaya disini. Intinya kami siap menerima pengungsi yang akan direlokasi di desa kami,” kata warga sekitar.
Dimana pada saat ini, warga Desa Nang Belawan berjumlah 317 Kepala Keluarga (KK) dan akan bertambah lagi 400 KK maka berjumlah 717 KK nantinya.
Dandim 0205/TK Letkol Inf. Agustatius Sitepu mengapresiasi, dan bangga adanya runggun untuk mencapai kesepakatan dalam pelaksanaan relokasi mandiri. “Kalau ada kesepakatan dengan warga Desa Nang Belawan tentu pelaksanaan relokasi mandiri di desa ini akan lancar. Pemerintah tinggal memfasilitasi,” ungkapnya.
Menurutnya, permintaan dari warga Desa Nang Belawan, adalah hal yang wajar agar di desa ini semakin maju, dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat. “Diharapkan tidak ada lagi kejadian – kejadian yang terulang seperti yang dulu dalam pelaksanaan relokasi mandiri. Lepaskan segala kepentingan pribadi tapi bagaimana memikirkan untuk manusiawi,” katanya.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana, mengatakan dengan berjalan lancarnya runggun maka sesuai dengan harapan agar masalah pengungsi ini dapat diselesaikan dengan tuntas.[DON]







