Pasien DBD.[DOK]
TRANSINDONESIA.CO – Terhitung sejak bulan Januari hingga September 2016, jumlah warga yang meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gorontalo, tercatat sembilan korban jiwa.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Noneng Supratina Nasibu, mengatakan, dari ke sembilan korban jiwa, terdapat satu korban yang masih anak-anak.
“Untuk jumlah korban yang menderita DBD di Kabupaten Gorontalo sejak Januari 2016, sebanyak 285 korban,” kata Noneng, Kamis, 8 September 2016.
![Pasien DBD.[DOK]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/09/DBD-Korban.jpg)
Dia mengharapkan agar masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap minggu, sehingga tidak ada lagi nyamuk yang berkembangbiak yang menimbulkan penyakit.
“Pengasapan atau Fogging bukan satu-satunya cara penanggulangan DBD, karena itu hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, yang lebih tepat untuk dilakukan itu ialah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan 3M plus,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Arfan Boludawa, menjelaskan, penyebaran DBD sekarang telah sampai ke wilayah-wilayah pedesaan, Paguyaman, Tolangula, dan Limboto sebagian.
“Di puskesmas ada petugas surveylens, mereka mengamati dan melakukan pemeriksaan jentik berkala, diagnosa awal kepadatan jentik agar kita tahu tindakan yang harus kita lakukan,” katanya.
Dia juga berharap agar masyarakat segera melakukan PSN dengan 3Mplus yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan kembali, dan menggunakan lotion anti nyamuk untuk siswa di sekolah.[Ant/Jei]






