Ambulans meninggalkan penjara Kashimpur Central membawa jenazah pemimpin partai Jamaat-e-Islami Mir Quashem Ali. Ali dieksekusi di Gaziur, pinggiran Dhaka, Ahad 4 September 2016.[AP]
TRANSINDONESIA.CO – Seorang tokoh Islam Bangladesh Mir Quasem Ali (63 tahun) digantung karena kejahatannya selama perang kemerdekaan pada tahun 1971. Ali seorang penyokong modal terbesar Partai Islam Bangladesh Jamaaf-el-Islami.
Ia dieksekusi di Penjara Pusat Kashimpur di pinggir Ibu Kota Dhaka. Ia dituduh melakukan pembunuhan, penyekapan, penyiksaan dan memicu kebencian keagamaan selama perang. Ali digantung pada pukul 22.35 waktu setepat. Menteri Kehakiman Bangladesh Anisul Haq mengatakan pengadilan tertinggi Banglades menolak banding Ali karena kejahatan perang yang ia lakukan selama masa perang.
Eksekusi ini dilakukan ketika Bangladesh diterpa serangan kelompok militan. Serangan paling serius terjadi pada 1 Juli lalu ketika seorang pria bersenjata masuk ke dalam kafe dan membunuh 20 orang sandera yang sebagian besar orang asing.
![Ambulans meninggalkan penjara Kashimpur Central membawa jenazah pemimpin partai Jamaat-e-Islami Mir Quashem Ali. Ali dieksekusi di Gaziur, pinggiran Dhaka, Ahad 4 September 2016.[AP]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/09/Partai-Islam-Bangladesh.jpg)
Ambulans meninggalkan penjara Kashimpur Central membawa jenazah pemimpin partai Jamaat-e-Islami Mir Quashem Ali. Ali dieksekusi di Gaziur, pinggiran Dhaka, Ahad 4 September 2016.[AP]
Organisasi Hak Asasi Manusia juga menyatakan pengadilan tersebut tidak sesuai dengan prosedur internasional. Pemerintah Bangladesh menolak pernyataan tersebut dan menyatakan pengadilan ini didukung oleh banyak rakyat Bangladesh. Ratusan orang membanjir jalanan Dhaka untuk melihat eksekusi.
“Kami telah menunggu hari ini selama 45 tahun,” kata veteran perang Akram Hossain, Sabtu 3 September 2016.
Mir Quassem Ali adalah seorang taipan media Bangladesh. Ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 2014. Partai Jamaat-e-Islami menyatakan eksekusi Ali tidak berdasar. Partai ini juga menyerukan pemogokan setengah hari untuk memprotes eksekusi ini.
Ribuan polisi dikerahkan untuk mengamankan Ibu Kota Dhaka dan kota-kota lainnya. Eksekusi pengadilan kejahatan perang ini telah menewaskan 200 orang yang kebanyakan aktivis partai Islam dan polisi.
Sejak Desember 2013 sudah empat pemimpin partai opisisi dieksekusi karena kejahatan perang. Salah satunya mantan pemimpin umum Jamaat-e-Islami Motiur Rahman Nizami.
Pemerintah Bangladesh menyatakan ada sekitar tiga juta orang tewas dan ribuan perempuan diperkosa selama masa perang. Waktu itu beberapa faksi termasuk Jamaat-e-Islami menentang pemisahan diri Bangladesh dengan Pakistan, dilansir dari Reuters.[Nov]





