Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Tujuh orang tewas akibat tabrakan beruntun antara tiga bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) di Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (13/7/2016).
“Kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 320-321 Jalan Lintas Sumetera (Jalinsum) sekitar pukul 04.00 WIB,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK di Rantauprapat, Rabu (13/7/2016).
Akibat tabrakan beruntun itu, kata dia, empat orang dinyatakan tewas di tempat dan tiga orang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Nurani-Kota Pinang dan 22 orang penumpang luka berat serta ringan.

Tabrakan beruntun itu melibatkan Bus CV Makmur, Bus CV Pembangunan Semesta dan Bus ALS. Kejadian berawal saat bus CV Makmur datang dari arah utara menuju Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan kecepatan tinggi, sesampainya di tempat kejadian perkara, berusaha mendahului truk tangki CPO yang berada didepannya.
Namun, dari dua arah secara bersamaan terdapat Bus Pembangunan Semesta dari arah Selatan, sehingga sopir Bus Makmur tidak dapat mengendalikan dan lalai, sehingga kecelakaan hebat tidak dapat terelakan.
Teguh menjelaskan, akibat benturan keras tersebut, bus CV Makmur oleng ke kiri jalan dan menabrak dinding jalan aspal Jalinsum dan langsung banting setir ke kanan, namun saat bersamaan terdapat Bus ALS dan langsung menyerempet sisi kanan hingga kedua bus terhenti.
“Akibat dari kecelakan itu 7 orang meningal dunia, luka berat 9 orang dan luka ringan 13 orang,” katanya.
Sementara Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Muchtar Hasibuan mengatakan, kecelakaan beruntun yang membawa penumpang dari usai pesta perkawinan masih dalam proses penyelidikan.
“Belum ada ditetapkan tersangka, saat ini supir bus Makmur mengalami luka patah tulang,” katanya.[Ant/Bir]







