
TRANSINDONESIA.CO – Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari menginstruksikan jajarannya melakukan aksi tembak di tempat pelaku kejahatan yang sudah meresahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.
“Instruksi tersebut disampaikan khususnya atas aksi-aksi brutal menjelang Idul Fitri ini,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, di Batam.
Menurut Kapolda, kata dia, sejumlah kejahatan yang terjadi menjelang Ramadnan hingga pertengahan Ramadhan, sudah sangat meresahkan seperti pembunuhan di Sekupang Batam serta sejumlah pembegalan di jalan raya.
“Untuk kasus-kasus itu memang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Harus diambil tindakan tegas agar masyarakat merasa aman,” kata dia.
Wilayah Kota Batam dengan penduduk terpadat, kata dia, hingga saat ini menjadi wilayah dengan jumlah laporan kasus kriminal terbesar dibanding daerah lain di Provinsi Kepri.
“Kompleksitas yang ada di Batam membuat munculnya sejumlah kejahatan. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Polisi tidak mungkin bisa mencegah semua, tanpa peran serta masyarakat,” kata Hartono.
Hartono mengatakan, sejak sebelum Ramadhan pihaknya telah membentuk sejumlah satuan tugas untuk patroli dan mendirikan pos-pos pada titik-titik strategis mengantisipasi tindak kejahatan.
“Petugas sudah banyak disebar. Dari Sabhara juga membuat sejumlah pos, selain melakukan patroli. Menjelang Lebaran, akan semakin banyak petugas diturunkan untuk memastikan keamanan,” kata dia.
Ia mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap tindak kriminal yang mungkin terjadi, termasuk mencegahnya dengan tidak membawa barang-barang berharga yang mencolok saat bepergian.
Masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman diminta untuk memastikan rumah terkunci dan melaporkannya pada RT/RW ataupun petugas keamanan setempat.(ant/ful)





