
TRANSINDONESIA.CO – Polda Papua belum mau berspekulasi jika penembakan yang terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang menyebabkan satu warga sipil tewas dan lima orang terluka tembak pada Selasa (26/5/2015) malam adalah buntut dari ancaman Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Kita kan, belum tahu siapa pelakunya. Tentu kita belum bicara apa motifnya. Tapi memang benar ada ancaman (dari OPM), setelah Leo Yogi tertembak dan meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Leo Yogi yang dimaksud Patrige adalah Panglima Tentara Pembebasan Nasional OPM Wilayah Paniai. Dia tewas, setelah sempat dirawat di UGD RSUD Nabire pada 30 April, setelah menderita luka tembak, karena disergap Polda Papua.
Buntut dari tewasnya Leo itulah yang diyakini punya implikasi dengan munculnya ancaman dari dua pimpinan OPM, Puron Wenda dan Enden Wanimbo, pada 22 Mei lalu.
Keduanya menantang TNI/Polri dan menginginkan revolusi total dari daerah Sorong hingga Merauke. Mereka juga mengancam tiap pendatang di tanah Papua untuk dihabisi.
“Ancaman begini sebenarnya sudah sering dan kita akan berupaya untuk tetap persuasif. Untuk mengurangi rasa takut pada saudara-saudara kita, para pendatang, Kapolsek Mulia telah mendatangi warga dan memberi jaminan keamanan,” lanjutnya.
Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak perlu takut, serta waspada untuk tidak termakan provokasi dan informasi yang sesat. Saat ini, kondisi di sana juga dilaporkan kondusif.
“Sejauh ini, belum ada permintaan penambahan dan penebalan anggota Polri di lapangan. Kapolres belum meminta. Kalau meminta, nanti tentu kita dorong bantuan pengamanan,” sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penembakan orang tak dikenal ini terjadi pada Selasa (26/5/2015) malam, pukul 23.00 WIT di Kampung Usir, Distrik Mulia, Puncak Jaya.
Pelaku menembak ke dalam rumah warga sipil bernama Jufri Tandi Payung, yang kebetulan merupakan pendatang.
Saat itu, korban sedang duduk di ruang tamu sambil bermain kartu dan tiba-tiba muncul tembakan ke dalam rumah dari jendela arah sebelah kiri atau bagian timur rumah korban.
Akibat kejadian tersebut, Pengga Enumbi, 31 tahun, yang menonton permainan kartu ini, tertembak di bagian kepala hingga tewas.
Lalu lima orang lainnya menderita luka tembak, yakni Suryanto Tandi Payung, 26 tahun, terluka tembak di bagian bokong sebelah kiri, dan Alfret Tandi Payung (28), terluka tembak di lengan tangan kanan.
Lalu Yulianus Tandidatu (32), terluka tembak di tangan kiri bawah dan lengan kiri atas, Yogi Rerang (21), terluka tembak pada lengan kiri atas, dan Marten Tandi Payung (39), terluka tembak di lengan kanan atas.(bs/kum)







