
TRANSINDONESIA.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura, Provinsi Papua mencatat sepanjang November – Desember 2014 lalu sebanyak 238 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi dan sementara ini Dinas Kesehatan Jayapura berupaya mengantisipasi kasus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Dwi Darmanto, di Jayapura Jumat, meminta warga Kota Jayapura tetap waspada sebab pada 2014 lalu, kasus DBD cukup tinggi di Jayapura bahkan mencapai 238 dan dari jumlah itu dua orang diantaranya meninggal dunia.
Ia mengatakan meningkatnya kasus DBD itu sejak November – Desember 2014 lalu bahkan pada Januari ini kasus itu masih saja terjadi, pihaknya baru saja mendapat informasi kalau 10 kasus ditemukan di empat distrik berbeda di Jayapura.
Meski demikian, katanya, tidak ada warga yang dikabarkan meninggal karena DBD dan memang diharapkan jangan sampai ada warga yang meninggal karena DBD.
“Saya berharap kasus ini tidak tambah lagi,” kata Darmanto yang baru saja menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura itu.
Darmanto menuturkan pihaknya akan selalu ‘stanbay’ agar ketika ada informasi bahwa terjadi kasus DBD maka tim foging (penyemprotan-red) yang sudah dibentuk langsung turun lapangan.
Meski ada tim penyemprotan namun Darmanto meminta warga agar tetap berupaya menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan fungsi tiga M plus yakni menutup tempat penampungan air, mengubur barang – barang bekas, menguras bak mandi dan plusnya adalah menghindari gigitan nyamuk.
Darmanto juga berharap masyarakat tetap menggunakan kelambu malaria saat tidur pada malam hari dan terus melakukan penyemprotan malaria setiap hari.
“Kami minta kepada warga agar ketika menemukan kasus DBD diharapkan memberikan informasi kepada Dinas Kesehatan Kota Jayapura agar segera diatasi,” ujarnya.
Ia menambahkan kasus DBD di Jayapura memang masih tinggi dan menurut pengamatan Dinas Kesehatan, kasus DBD selalu saja dialami warga yang berdomisili di wilayah Distrik Heram, Jayapura Selatan, Jayapura Utara dan Abepura.(ant/kum)







