
TRANSINDONESIA.CO – Provinsi Papua Barat menargetkan produsi beras dari petani di daerah itu 2014 sebanyak 44.000 ton.
“Musim tanam Provinsi Papua Barat bersamaan dengan musim kemarau panjang sehingga ada kekawatiran gagal panen,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat, Ir Asmono Aji M.Si yang ditemui di Manokwari, Minggu (7/9/2014).
Dia mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat memasuki musim panas berkepanjangan sama seperti beberapa daerah lain yang ada di donesia.
“Namun letak geografis Papua Barat berbeda dengan daerah sama-sama memasuki musim panas. Papua Barat masih banyak kawasan hutan sehingga meskipun musim kemarau panjang Papua Barat tetap ada cura hujan,” katanya Ia menyampaikan letak geografis Papua Barat sangat mendukung pertanian khusus tanaman pangan sehingga Pemerintah Provinsi Papua Barat yakin bahwa target produksi beras petani pada 2014 ini dapat tercapai.
Daerah pusat produksi beras di Provinsi Papua Barat yakni Kabupaten Manokwari seluas 2000 hektar, Kabupaten Manokwari Selatan seluas 5000 hektare dan Kabupaten Sorong seluas 1800 hektar.
Dia lebih jauh mengatakan musim tanam 2014 sedikit kendala yang dihadapi petani di Kabupaten Manokwari, yakni kerusakan saluran irigasi karena sebelumnya terjadi banjir namun sudah di perbaiki sehingga saluran irigasi air dapat mengalir ke sawah lancar.
Petani di Provinsi Papua Barat, tambah dia, mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena jumlahnya sangat terbatas sehingga Pemerintah Provinsi akan membicarakan hal ini dengan Kementerian terkait agar jumlah pupuk bersubsidi bagi petani Papua Barat ditambah.(ant/kum)






