
TRANSINDONESIA.CO – Pilot pesawat Garuda Indonesia GA 4819, Kapten Ramdanto meninggal dunia saat pesawat masih berada di udara. Beruntung Kopilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.
Distrik Manager Garuda Indonesia Rinaldi menjelaskan, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4819, berangkat dari Bandar Internasional Lombok menuju Bandara Sultan Salahudin, Bima, NTB, pukul 14.55 Wita.
Sekitar 15 menit sebelum mendarat, Kopilot Stenly memberitahukan bahwa kapten pilot mengalami sesak napas. Pemberitahuan itu sekaligus meminta izin untuk pendaratan dengan satu pilot.
“Sejak sebelum berangkat, pilot telah mengeluh merasa kurang sehat. Untuk penyebab pasti pilot meninggal, saya belum bisa memastikan masih harus mencek lagi,” ujarnya, Minggu (31/8/2014).
Begitu mendarat, jenazah Kapten Ramdanto segera dibawa ke Klinik Sari Farma, Kota Bima. Hasil pemeriksaan sementara diduga pilot Garuda Indonesia itu mendapat serangan jantung.(ini/yan)






