Presiden ICOLD Adama Nambe, Wamen PU Hermanto Dardak, Wamen Liu Ning.(ant)
TRASINDONESIA.CO – Ribuan ahli dan pakar bendungan dari 73 negara berkumpul di Nusa Dua, Bali, Rabu (4/6/2014). Mereka datang ke Pulau Dewata untuk menggelar pertemuan ilmiah tahunan bidang bendungan besar ke-82 hingga 6 Juni 2014.
Hadir dalam pertemuan ilmiah tersebut antara lain Presiden International Commision on Large Dams, Adama Nombre, Wakil Menteri Sumber Daya Air Tiongkok, HE Liu Ning, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak. Nama yang disebut terakhir resmi membuka pertemuan Rabu (4/6/2014).
Untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ilmiah bidang bendungan besar tingkat dunia yang diselenggarakan setiap tahun sekali itu. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah pada 1986 di Jakarta.
“Penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya merupakan penghargaan dunia internasional terhadap peran Indonesia dalam pengembangan dan manajemen bendungan besar serta sumber daya air,” ujar Ketua Komite Nasional untuk Bendungan Besar, M Basuki Hadimuljono.
Basuki menambahkan, pertemuan kali ini merupakan momen bagi Indonesua untuk mempercepat pemanfaatan dan pengembangan bendungan besar yang berkontribusi dalam ketahanan pangan dan energi. Bendungan besar juga berimplikasi terhadap upaya menurunkan pemanasan global yang menjadi perbincangan dunia saat ini.
Dia berharap pertemuan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan investasi bagi pengembangan bendungan besar sekaligus meningkat kapasitas pembangunan SDM dalam pengembangan bendungan besar di Tanah Air. Delegasi Indonesia diharapkan mampu menerima share pengalaman dari ahli-ahli bendungan besar mulai dari operasional, pemeliharaan, teknologi perencanaan, pelaksanaan, dan seterusnya.
Sementara itu, Presiden International Commision on Large Dams, Adama Nombre, mengakui jika infrastruktur sumber dara air dari Indonesia telah memberikan sumbangan yang berarti terhadap pembangunan dan kesejahteran masyatakat di kawasan regional dan nasional.
“Inilah kesempatan bagi kita untuk berbagi, menjawabi kebutuhan zaman, memastikan keberlanjutan bendungan yang akan berpengaru terhadap akses air, energi, pangan serta kepentingan lainnya,” ujarnya.
Ada 146 penelitian dari berbagai kalangan yang akan diulas dalam pertemuan ini. Peserta juga akan diajak berkunjung ke beberapa bendungan besar di Bali seperti di Telaga Tunjung, Titab Buleleng.(mtv/oki)







