Anas, SBY dan Marzuki.(istimewa)
TRANINDONESIA.CO, Jakarta – Marzuki Alie membantah pernyataan Firman Wijaya terkait adanya pertemuan di Gedung Wisma Negara yang dihadiri Anas Urbaningrum, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Firman Wijaya adalah kuasa hukum Anas.
Menurut Firman, dalam pertemuan itu, SBY menyampaikan kepada Anas mengenai ketidakinginannya jika Partai Demokrat dipimpin oleh Marzuki Alie.
Marzuki pun mengatakan tidak mengetahui ada pertemuan itu. Menurutnya, tidak mungkin SBY tidak mendukungnya menjadi calon Ketum pada Kongres Partai Demokrat di Bandung, 2009.
“Jelang Andi (Andi Alfian Mallarangeng, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga) kalah, saya dipanggil menghadap SBY di arena kongres dan SBY merestui saya untuk bertarung dengan Anas di putaran kedua. Kalau direstui, mengapa Pak SBY ingin saya tidak jadi? Saya tidak tahu siapa yang benar. Yang jelas, semua orang tahu bahwa SBY mendukung saya,” kata Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat seperti dikutip dari laman MI, Jumat (11/4/2014).
Menurut Firman, pertemuan di Wisma Negara akan mengungkap secara gamblang pelaksanaan kongres Demokrat dan asal pembiayannya. Apalagi, Anas sudah menjelaskan hanya punya tim relawan yang tidak pernah mentargetkan proses pembiayaan.
“Karena peristiwa di Wisma Negara ini peristiwa penting mendahului semuanya dan berlangsung sebelum jalannya kongres. Itu yang ditekankan terus oleh pak SBY kepada Mas Anas tentang bagaimana menghadang Marzuki Alie. Karena itu kita meminta agar Pak SBY dan Mas Edhie baskoro dihadirkan sebagai saksi yang meringankan yang bisa menjelaskan ini,” kata Firman.(mi/fer)







