Aksi buruh yang kerap turun ke jalanan menuntut kesejahteraan kaum buruh.(dok)
TRANSINDONESIA.CO, Jakarta – Ketua umum SBSI, Muchtar Pakpahan, menyatakan kaum buruh siap mendukung penuh Joko Widodo atau lebih akrabnya dipanggil Jokowi, untuk menjadi presiden. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), yang hari ini Senin (31/3/2014) menggelar kongres ke-V di Jakarta, akan mengusung Jokowi.
“SBSI mempunyai beberapa syarat yang harus dipenuhi Jokowi, bila ingin mendapat dukungan kaum buruh,” kata Muchtar dalam keterangan pers di Jakarta, pada Minggu, (30/3/2014).
Lebih lanjut Mukhtar menyatakan, beberapa syarat yang harus di penuhi oleh Jokowi yakni, menjadikan istana presiden menjadi istana rakyat, menghapus sistem tenaga kontrak dan alih daya, bersama SBSI melawan pemberangusan serikat pekerja, serta menerapkan program negara kesejahteraan.
“Kami ingin presiden yang akan datang seperti. Sosok Gus Dur, setiap menentukan kebijakan ekonomi, kaum buruh selalu dilibatkan di dalamnya. Agar bisa mewakili pendapat para buruh, Selain Gus Dur, mana adalagi yang menempatkan rakyat di atas segalanya. Selama masa SBY malah sebaliknya, rakyat susah masuk istana, tapi pengusaha hitam bisa mudah masuk,” jelas Mukhtar.
Muchtar menambahkan, ia telah melakukan komunikasi politik kepada semua calon presiden yang telah resmi diusung partai politik. Namun, tidak ada satupun yang sanggup memenuhi tuntutan para buruh yang dibawanya tersebut.
“Kami sudah buka komunikasi ke semua, tapi tidak ada yang nyambung,” ucapnya.
Menurut Muchtar, dirinya mengharapkan agar dihapuskannya sistem kerja outsourcing, buruh kontrak dan hapus PHK. “Itu bagian kapitalisme tapi malah muncul di dalam Undang-Undang, makanya kami terus meneriakan, serta memperjuangkan buruh untuk yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.(amri)







